BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Advertorial · 8 Des 2024 09:00 WIB ·

Apatisme Politik, DPRD Soroti Lemahnya Partisipasi Pemilih Pilkada 2024


 Apatisme Politik, DPRD Soroti Lemahnya Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Legislator perempuan Partai Amanat Nasional Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti menyatakan minimnya tingkat partisipasi masyarakat dalam perhelatan pesta demokrasi Pilkada Kota Bekasi 2024 mencerminkan beberapa fenomena sosial, politik, dan budaya. Salah satunya apatisme politik.

Apatisme Politik. Tidak sedikit masyarakat yang merasa bahwa suara mereka tidak akan berdampak signifikan terhadap perubahan, terutama jika mereka tidak percaya pada para kandidat atau sistem politik secara keseluruhan.

“Krisis kepercayaan terhadap pemerintah menyebabkan rendahnya partisipasi dapat mencerminkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah atau kandidat yang bertarung, yang dianggap tidak mewakili kepentingan rakyat,” ungkapnya, Sabtu (7/12/2024).

Lemahnya partisipasi juga akibat dari kurangnya edukasi pemilih. Minimnya sosialisasi tentang pentingnya pilkada, prosedur pemilihan, dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat sehari-hari dapat membuat pemilih merasa pilkada tidak relevan bagi mereka juga disebabkan karena jangka waktu yang terbatas

“Faktor Ekonomi dan Sosial
Kesibukan mencari nafkah, jarak tempat tinggal dengan TPS,”

Selain itu, kata Evi pengaruh media sosial dan disinformasi
media sosial yang dipenuhi dengan disinformasi atau narasi negatif tentang pemilu bisa memengaruhi persepsi masyarakat dan menurunkan minat mereka untuk ikut serta.

“Kandidat yang tidak sesuai ekspektasi masyarakat
pemilih cenderung tidak termotivasi untuk hadir,” katanya.

Tak hanya itu, Evi juga memberikan solusi yang mungkin bisa diterapkan kedepannya. Pertama yakni Edukasi Pemilih dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pilkada.

Kedua adalah peningkatan Kepercayaan Publik. Ketiga, reformasi sistem politik dan memperkuat integritas pemilu.
Yang keempat, aksetabilitas. Yakni dengan mempermudah proses pemilihan, seperti memperbanyak TPS atau mengembangkan *e-voting*

“Fenomena ini merupakan cerminan hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang perlu ditingkatkan untuk memastikan demokrasi berjalan efektif,” pungkasnya. (ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Bambang Purwanto Ingatkan Risiko Hukum dan Lingkungan Pembentukan Anak Usaha Migas

26 Februari 2026 - 10:36 WIB

DPRD: Modernisasi Angkot Harus Lindungi Pelaku Usaha dan Penumpang

26 Februari 2026 - 10:15 WIB

Aspirasi BPJS Mengemuka, DPRD Bekasi Siap Kawal Hingga RKPD 2027

26 Februari 2026 - 10:05 WIB

Gilang Esa Kawal Perbaikan Infrastruktur di Bekasi Barat

26 Februari 2026 - 09:57 WIB

Menuju Pendidikan Berkeadilan, DPRD Bekasi Dukung Sinergi Negeri-Swasta

26 Februari 2026 - 09:46 WIB

Drainase “Gotun” Jadi Sorotan, Samuel Sitompul Kawal Solusi Permanen

26 Februari 2026 - 09:03 WIB

Trending di Advertorial