BEKASIMEDIA.COM – Persoalan banjir kembali mencuat dalam reses perdana DPRD Kota Bekasi tahun 2026. Hal itu mengemuka saat Samuel Sitompul, anggota DPRD Kota Bekasi sekaligus Wakil Ketua Bapemperda dari PDI Perjuangan, menyerap aspirasi warga RW 10 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Jumat (13/2/2026) malam.
Tanpa banyak basa-basi, warga langsung menyampaikan keluhan utama: banjir akibat buruknya sistem drainase. Titik yang paling disorot berada di sekitar SMPN 7 Bekasi, kawasan yang dikenal dengan sebutan “Gotun” dan disebut sebagai daerah cekungan atau titik kumpul air setiap hujan deras turun.
Bagi warga, kondisi tersebut bukan lagi genangan musiman, melainkan persoalan rutin yang terus berulang. Air datang cepat, surut tanpa kepastian. Pengurus RW 10 bersama warga RT 08 mendesak adanya pengerukan dan pelebaran saluran air sebagai solusi permanen, bukan sekadar perbaikan sementara.
Menanggapi aspirasi itu, Samuel menegaskan bahwa persoalan banjir menjadi prioritas yang tak bisa ditunda.
“Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan melaporkan langsung kondisi ini kepada Wali Kota Bekasi agar segera ada solusi permanen,” ujarnya.
Ia juga menyoroti rencana pengerukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang hingga kini belum terealisasi di wilayah RW 10. Menurutnya, rencana tanpa pelaksanaan hanya akan memperpanjang daftar harapan warga.
Samuel memastikan usulan tersebut akan dikawal melalui forum Musrenbang maupun melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD jika diperlukan. Ia menegaskan bahwa reses bukan agenda seremonial, melainkan ruang kerja yang harus menghasilkan tindak lanjut konkret.
“Saya adalah wakil rakyatnya orang Bekasi, bukan hanya wakil rakyat bagi pemilih saya. Tugas saya adalah bekerja untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Selain membahas banjir, kegiatan reses juga dirangkai dengan prosesi pemotongan pita dan penyerahan simbolis Gedung Posyandu Cempaka 2 kepada kader RW 10 Kayuringin Jaya. Gedung tersebut dibangun melalui dana aspirasi DPRD Kota Bekasi sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan dasar di lingkungan warga.
Samuel menambahkan, dirinya turut memberikan dukungan tambahan berupa fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan dan perlengkapan lain dari dana pribadi agar aktivitas Posyandu lebih nyaman dan optimal.
Di akhir kegiatan, ia mengajak pengurus RT dan RW untuk aktif memanfaatkan forum musyawarah sebagai pintu masuk penyampaian aspirasi warga.
“Saya mengajak para pengurus RT dan RW untuk aktif memanfaatkan forum musyawarah sebagai pintu masuk penyampaian aspirasi warga,” pungkasnya.
Melalui reses tersebut, persoalan banjir Kayuringin kembali menjadi catatan penting yang menuntut solusi nyata, seiring upaya penguatan layanan kesehatan di tingkat lingkungan.
(Adv/Humas DPRD Kota Bekasi)











