BEKASIMEDIA.COM – Semua manusia pasti pernah merasakan yang namanya kegelisahan hati, entah itu sebab tekanan pekerjaan, masalah hubungan, masalah ekonomi, dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan perasaan takut, cemas yang berlebihan. Maka dampaknya itu sangat fatal bagi kesehatan jiwa, seperti: gangguan tidur, perubahan mood, penurunan konsentrasi , dan bahkan dapat mengganggu pencernaan. Maka dari itu kita harus mengatasi kegelisahan hati dengan melakukan amalan dan sikap yang di anjurkan.
Berikut ini empat cara yang dapat membantu anda untuk mengatasi hati yang gelisah:
1. Selalu Mengingat Allah SWT
أَ لاَ بِذِكْرِاللّهِ تَطْمَئِنُ الْقُلُوْبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang” (QS. Ar Ra’ad[13] : 28 )
Dalam ayat ini, Al-qur’an telah mengabarkan bahwa dengan mengingat Allah SWT hati menjadi tentram. Dan ini akan menjadi solusi bagi orang yang sedang mengalami stress dan merasa gelisah.
Ketika seseorang mengingat Allah SWT, maka dirinya akan menyerahkan diri secara utuh sebagai makhluk kepada sang Khaliq atas segala ketetapan kepada-Nya.
Penyerahan diri tersebut akan menambahkan sikap ikhlas pada seorang manusia. Ikhlas akan membuat seseorang menjadi tenang, rileks, bersyukur, bersabar, dan bertawakal. Hal ini juga meningkatkan rasa prasangka baik, mampu mengendalikan diri, berfikir positif, dan bahagia.
2. Membaca dan Mendengarkan Al-qur’an
Kita sebagai seorang muslim, apakah kita tidak sadar bahwa membaca atau mendengarkan ayat Al-qur’an bisa menenangkan hati dan pikiran kita?
Bahkan pengaruhnya bisa jauh lebih apa yang kita bayangkan, mengapa?
Dalam Al-qur’an, Allah telah menjelaskan bahwa Al-qur’an adalah obat dari segala permasalahan kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Al-qur’an, Allah memang sudah menurunkan petunjuk atas permasalahan manusia, termasuk mengenai kesehatan mental, baik itu kesedihan, kecemasan, depresi, bahkan kebahagiaan yang berlebihan. Hal ini bukan hanya berdasarkan opini semata, karena sebagai seorang muslim kita memang wajib meyakini Allah SWT dan firman-Nya yang termuat dalam Al-qur’an. Selain itu, Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa membaca dan mendengarkan Al-qur’an mempunyai efek yang baik untuk mengobati penyakit mental seperti dapat mengurangi stress dan membuat hati menjadi lebih tenang.
3. Membaca Sholawat Kepada Nabi Muhamad SAW
Membaca sholawat kepada Nabi merupakan salah satu amalan spiritual dalam islam dan dinilai sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi, tetapi juga memilliki potensi untuk membawa ketenangan hati.
Sholawat dapat dianggap sebagai doa khusus yang membuka pintu komuikasi dengan Tuhan dan merasakan kehadiran-Nya.
Salah satu lafal sholawat yang cukup sering dibaca oleh masyarakat untuk menenangkan hati yaitu sholawat Tibbil Qulub.
Sholawat Tibbil Qulub memiliki arti “obat/penyembuh hati “. Sholawat ini disebut juga dengan nama sholawat Nurul Abshor yang berarti “cahaya mata hati”
Berikut lafal shalawat Tibbil Qulub secara lengkap beserta artinya:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
“Ya Allah, berikanlah rahmat kepada baginda kami, Nabi Muhammad, sang penyembuh hati dan obatnya, memberikan kesehatan badan dan mengobatinya, menjadi cahaya mata hati dan sinarnya, juga kepada keluarga dan sahabat beliau, dan semoga Engkau memberikan keselamatan”.
Ketika anda sedang membaca sholawat tersebut dengan sambil merenungkan hati, pikiran, dan jiwa. Ini dapat membantu anda mengalihkan fokus dari kegelisahan hati dan memberikan rasa tentram dalam jiwa.
4. Melakukan Aktivitas Di luar Rumah
Beraktivitas di luar rumah dapat membantu menenangkan hati. Coba luangkan waktu anda untuk berjalan-jalan di alam terbuka, berolahraga seperti berlari dan bersepeda di pagi hari ataupun sore hari, atau sekadar duduk santai sambil menikmati suasana taman. Aktivitas di luar rumah dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. ( Muhammad Syfaul Umam/Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)











