BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 21 Des 2021 12:30 WIB ·

HKSN 2021, Netty Heryawan: Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Cenderung Diabaikan


 HKSN 2021, Netty Heryawan: Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Cenderung Diabaikan Perbesar

Jakarta – Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang jatuh pada tanggal 20 Desember 2021 ini dinilai harus jadi momentum untuk mempertebal rasa kepedulian terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 di tengah-tengah kita harus dilawan dengan menghadirkan rasa kepedulian dan rasa berbagi yang tinggi. Saatnya HKSN ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk terlibat mewujudkan masyarakat yang saling peduli, berbagi dan bertoleransi. Masyarakat harus dilibatkan dan diajak serta agar memiliki kesadaran untuk berkontribusi dalam segala aktivitas yang berbau kesejahteraan sosial” kata Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher dalam keterangan tertulis, Senin (20/12/21).

Meskipun HKSN diperingati setiap tanggal 20 Desember, namun menurut Netty dalam praktiknya harus dilakukan setiap hari.

“Jauh lebih penting dari sekadar peringatan ialah praktiknya di lapangan. Bagaimana kita dapat menciptakan masyarakat yang saling tolong menolong dalam menekan angka kasus Covid-19. Pembatasan demi pembatasan yang ada saat ini dilakukan demi kesetiakawanan itu sendiri, agar semuanya dapat sehat dan bisa saling menjaga satu sama lainnya” kata Netty yang juga Ketua DPP PKS Bidang Kesejahteraan Sosial ini.

Pada sisi lainnya, Netty juga berharap kepada Pemerintah agar dapat memerhatikan kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti orang terlantar, lansia, penyandang disabilitas, anak putus sekolah, fakir miskin, dan lain sebagainya.

“Pemerintah tidak hanya sebatas menuntut masyarakat agar memiliki rasa kesetiakawanan sosial yang tinggi. Akan tetapi, pemerintah juga harus memiliki political will untuk membantu dan berempati terhadap PMKS. Di tengah serangan Pandemi Covid-19, seringkali kelompok ini luput dari perhatian. Padahal mereka merupakan kelompok rentan yang paling utama membutuhkan kehadiran negara” ungkapnya.

Terakhir Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini meminta pemerintah dapat menumbuhkan kesadaran dunia usaha, instansi, dan swasta, dalam terlibat dan bisa membantu pelaksanaan kesejahteraan sosial.

“Harus diciptakan kesadaran bahwa semua orang berhak untuk hidup sejahtera. Dunia usaha, instansi dan swasta harus benar-benar ditekankan akan hal ini. Jangan sampai kesejahteraan itu hanya dimiliki oleh segelintir orang saja.” katanya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru