BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 22 Okt 2021 09:25 WIB ·

Pengamat Menilai Seleksi Direktur PT Sinergi Patriot Bukan Karena Prestasi


 Pengamat Menilai Seleksi Direktur PT Sinergi Patriot Bukan Karena Prestasi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Pengamat kebijakan publik Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Adi Susila menanggapi soal terpilihnya kembali M. Fikri Aziz sebagai Direktur Perumda PT. Sinergi Patriot kota Bekasi dalam seleksi calon Dirut PT Sinergi Patriot periode 2021-2024.

“Kalau perusahaan rugi terus namun terpilih lagi berarti terpilihnya bukan karena prestasi. Selama budaya politiknya hanya mengandalkan BUMD bukan sebagai profit centre ya akan seperti itu,” ujarnya kepada bekasimedia.com lewat telepon selulernya.

Menurut Adi, memang sangat jarang terjadi, kebanyakan BUMN atau BUMD itu lebih banyak jadi cost centre bukan profit centre dengan alasan mereka mendapatkan penugasan dari negara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tekanannya pada pelayanan. Memang seharusnya meskipun berbasis pelayanan tidak harus rugi karena dalam pelayanan itu BUMN, BUMD diberi kewenangan untuk menarik keuntungan. Hemat saya mungkin ada faktor lain misalnya dia harus memberikan kontribusi,” tukasnya.

Kemudian yang diragukan adalah soal fit and proper test bagi para calon Dirut. Adi menyatakan bisa jadi selama ini hanya kamuflase.

“Nah iya, sebenernya kamuflase saja untuk menutupi dan sebenarnya orang yang mau kepilih juga sudah tahu,” katanya.

Saat ditanya soal pertanggung jawaban kepada masyarakat karena proses ini juga dipertontonkan kepada publik, Adi meragukan masyarakat menyoroti hal ini secara seksama.

“Mungkin selama ini kebanyakan kita termasuk saya tidak terlalu mengawasi dan mungkin adem-adem saja. Masyarakat juga mungkin sebagian besar juga tidak pada tahu, mungkin cuek juga karena produk BUMD itu tidak berhubungan langsung dengan kita. Kecuali misalnya ada produk yang berhubungan dengan masyarakat lalu tiba-tiba harganya naik, nah ini mungkin masyarakat akan bereaksi dan menyoroti,” imbuhnya.

Lantas bagaimana dengan BUMD PDAM yang langsung bersentuhan dengan masyarakat? Adi menyatakan jika langsung bersentuhan dengan masyarakat bisa jadi ada reaksi.

“Nah PDAM itu kalau coba-coba menaikan harga masyarakat akan komplain dan nanti ada isu lainnya yang akan terbongkar,” ucapnya.

“Meskipun pelayanannya masih kurang baik dengan kondisi air baku yang tercemar, kotor, bau tapi harganya masih terjangkau. Dan mungkin juga masyarakat sudah tidak terlalu berharap banyak. Bagi yang mampu tetap berlangganan tapi tetap pakai sumur artesis dan
air PDAM cuma untuk cadangan,” tukasnya. (Denis)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru