BEKASIMEDIA.COM – Ketua DPC Kota Bekasi, H. Sholihin menyatakan turunnya jumlah kursi anggota legislatif DPRD kota Bekasi dari 4 menjadi 2 kursi lantaran akibat konflik internal di tubuh partai berlambang ka’bah tersebut. Hal itu dikatakan menjawab pertanyaan media terkait sepak terjang dirinya selama menahkodai PPP kota Bekasi dan menjelang pergelaran musyawarah cabang (Muscab) VIII pada pertengahan Oktober nanti.
“Penurunan kursi PPP ini bukan cuma di kota Bekasi saja, tapi hampir semua se-indonesia menurun termasuk DPR RI menurun drastis. DPP dari 39 tinggal 19 habis 20 kursi DPP. DPW 9 tinggal 3 kursi. Kalo kota Bekasi kan cuma 2 kursi jadi masih bisa dibilang real, kenapa? karena salah satunya dampak konflik internal partai kemarin selama 3 tahun,” jelasnya.
Sholihin menjelaskan konflik yang terjadi di level pusat hingga ke bawah menyebabkan situasi menjadi tidak kondusif. Namun saat ini ia menilai kondisinya sudah lebih baik dan keinginannya sudah selesai semua persoalan yang ada. Sehingga PPP bisa kembali berkiprah di masyarakat. “Karena DPP sudah kondusif, dan kita turun lagi ke masyarakat agar suara bisa kita rebut kembali,” imbuhnya.
Lebih lanjut Sholihin mengatakan terkait pagelaran Muscab VIII DPC PPP Kota Bekasi esensinya adalah konsolidasi lima tahunan kader menjelang Pileg dan Pilkada 2024 mendatang.
Dalam hal ini, kata Sholihin, DPP dan DPW inginnya musyawarah sehingga partai kondusif. “Namun kalau ada teman-teman berniat ingin mencalonkan silaaan yang jelas Muscab ini esensinya sebagai ajang konsolidasi partai menuju pilkada 2024,” ujarnya.
Terkait dirinya jika dipilih lagi untuk memimpin kembali PPP Sholihin menyatakan siap. “Kalau saya nanti diminta DPW ya saya siap, semangat kita adalah aklamasi agar partai ini utuh karena PPP ini partai menengah ke bawah,” pungkasnya. (Denis)











