Bekasi, Jamkesnews – Memasuki tahun kedelapan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan ( BPJS Kesehatan) beroperasi menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)berdasar amanat dari undang-undang. Saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasakan manfaat dari hadirnya Program JKN-KIS terutama bagi masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses fasilitas kesehatan dikarenakan ekonomi.
Ernawati salah satunya, kebahagiaan terpancar dari dirinya saat Tim Jamkesnews berkesempatan berbincang pada Jumat (26/07). Ia menceritakan bahwa belum lama ini telah menjalani operasi benjolan di tangannya. Kini ia bisa tenang menjalani aktifitas seperti sebelumnya tanpa diselimuti rasa khawatir.
“Awalnya sekitar tahun lalu, tidak ada gejala sebelumnya hanya saja saat berjualan kemudian kok tangan terasa pegal sekali, saya pikir mungkin hanya kecapaian saja, tidak berpikir aneh-aneh yang lain, mungkin karena lagi capai jualan saja. Namun sampai rumah kok pegal ini makin terasa dan aneh rasanya,” jelasnya.
Merasa tak nyaman dengan kondisinya, Ernawati pun siap-siap untuk meluangkan waktu untuk bergegas ke puskesmas untuk menanyakan kondisinya. la begitu terkejut lantaran dokter mengharuskannya operasi. Menurutnya, banyak faktor yang membuat dirinya ragu untuk melakukan tindakan operasi. Salah satu faktor tersebut adalah mengenai biaya, Erna takut jika biaya pengangkatan benjolannya itu tak sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan mengingat mahalnya biaya operasi.
“Saat dokter memberitahukan hal tersebut saya langsung pulang untuk berdiskusi dengan keluarga. Keluarga mendukung untuk saya segera operasi sehingga bisa lekas sembuh dan beraktifitas kembali. Saya dirujuk ke rumah sakit hanya mengandalkan kartu KIS saja, berharap semua biaya bisa ditanggung seluruhnya,” jelasnya.
Ernawati mengungkapkan kepuasannya setelah menjalani operasi. Apa yang ia takutkan selama ini tak ada satu pun yang terbukti. Ia mengaku jika biaya operasi tak ada yang keluar dari kantong pribadi. Ernawati bersyukur telah menjadi peserta Program JKN-KIS sejak lama. Ia mendukung agar BPJS Kesehatan terus hadir di tengah masyarakat demi menjalankan Program JKN-KIS yang manfaatnya begitu dirasakan.
“Alhamdulillah semuanya lancar, tidak ada biaya yang keluar dari kantong, semuanya ditanggung. Bersyukur banget sudah terdaftar JKN-KIS ini. Makanya saya bilang ke anak-anak dan keluarga untuk mendaftar agar memiliki jaminan kesehatan, iurannya pun bisa membantu orang lain untuk berobat,” tutupnya. (VM/pm)











