Bekasi, Jamkesnews – Harsanto (57) merupakan salah satu dari 222 juta masyarakat Indonesia yang telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat.
Saat ditemui Tim Jamkesnews pada Senin (29/03) dirinya mengatakan sangat mendukung program pemerintah terutama dibidang penjaminan pelayanan kesehatan.
Harsanto menambahkan bahwa pada dunia kesehatan di Indonesia cukup banyak berkembang dan berubah sejak adanya Program JKN-KIS. Lebih lanjut dirinya menceritakan bahwa ada masa dulu masyarakat Indonesia lebih percaya dengan pengobatan-pengobatan alternatif seperti di desa-desa.
“Sangat berkembang sekali dunia kesehatan ini, makin banyak klinik dekat rumah, dulu mah kalau mau ke klinik gitu misalnya jauh dan pilihan klinik juga terbatas, sekarang sudah di mana-mana dengan fasilitas yang bersaing. Banyak masyarakat dahulu paling kalau sakit ke “orang pintar” atau obat warung aja,” jelasnya.
Sekarang menurutnya masyarakat mulai pandai urusan kesehatan untuk ditangani kepada ahlinya yaitu para dokter. Namun menurutnya tidak serta merta masalah selesai, timbul masalah baru yaitu biaya pengobatan yang tidak semua masyarakat mampu, hingga akhirnya hadir asuransi kesehatan pemerintah yang terjangkau iurannya dan bisa menjamin pengobatan berbagai penyakit.
“Di saat masyarakat sudah mulai bergeser kepada para dokter muncul masalah baru yaitu biayanya yang terkadang cukup besar, hingga akhirnya masyarakat sangat membutuhkan yang namanya asuransi yang bisa menjamin apabila pengobatan membutuhkan biaya besar, alhamdulillah masyarakat Indonesia saat ini sudah bisa merasakannya, bahkan ada yang gratis juga apabila tidak mampu,” jabarnya.
Harsanto pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar Program JKN-KIS agar segera mendaftar sebagai proteksi diri apabila suatu hari membutuhkan. Bagi yang telah memiliki juga diingatkannya agar membayar tepat waktu karena jika telat membayar kartunya akan tidak aktif sehingga akan mempersulit jika tiba-tiba sakit.
Tidak lupa Harsanto berharap agar Program JKN-KIS bisa berjalan dengan lancar, tidak hanya dari segi pelayanannya tetapi juga dari segi kesadaran peserta untuk membayarkan iuran tiap bulan.
Partisipasi masyarakat dalam membayarkan iuran JKN-KIS akan sangat berpengaruh terhadap optimalnya penyelenggaraan program ini.
“Selain untuk proteksi diri, Program JKN-KIS ini juga menjadi wadah bagi kita untuk beramal karena saat kita tidak menggunakan maka iuran yang kita bayarkan digunakan untuk membayar pembiayaan kesehatan orang lain. Saya setuju dengan konsep dari Program JKN-KIS yang mengedepankan gotong-royong untuk membantu sesama karena dengan mengajak masyarakat untuk membayar iuran tiap bulan maka akan membantu semua orang,” tutup Harsanto.(DA/pm)











