BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 14 Jul 2021 12:55 WIB ·

Lapor Covid-19 Temukan Penyebab Kematian Pasien Saat Isoman


 Lapor Covid-19 Temukan Penyebab Kematian Pasien Saat Isoman Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Komunitas Lapor Covid-19 menemukan penyebab bertambahnya kematian pasien saat menjalani isoman – isolasi mandiri. Kota Bekasi menjadi top ranking wilayah tertinggi dengan kasus kematian pasien Covid-19 saat isoman.

“Kota Bekasi menempati wilayah dengan kasus tertinggi kematian pasien Covid-19 saat isoman, ada sebanyak 81 kasus hingga saat ini,” kata Co-Inisiator Lapor Covid-19, Ahmad Arif, dalam pernyataanya Senin (12/7/2021).

Kasus kematian di luar fasilitas kesehatan ini sudah dipantau oleh Tim Lapor Covid-19 sejak Juni 2021 yang lalu.

“Sebanyak 265 Korban jiwa tersebut tersebar di 47 Kota dan Kabupaten dari 10 Provinsi yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Lampung, Kepulauan Riau, Riau, dan NTT. Provinsi yang terekam cukup banyak mengalami kematian di luar RS adalah Jawa Barat sejumlah 97 kematian dari 11 kota/kabupaten. Temuan provinsi dengan sebaran terbanyak yakni ada di Jawa Tengah yang kejadiannya muncul di dua belas kota/kabupaten. Berikut tabel rincian jumlah kematian per provinsi terkait,” tulis Lapor Covid-19 awal Juli lalu.

Ahmad Arif menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan tidak tertolongnya pasien Covid-19 saat menjalani isoman.

“Penyebab pasien Covid-19 meninggal saat menjalani isoman di rumah yakni karena terlambat dibawa ke rumah sakit dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit yang telah melebihi kapasitas,” ungkapnya.

Senada dengan apa yang dikatakan dr. Tirta live di akun instagramnya, sehari yang lalu, bahwa minimnya tenaga dan perlengkapan kesehatan adalah satu faktor tidak tertanganinya pasien Covid-19 yang meningkat saat isoman.

Banyak pasien Covid-19 harus terpaksa isoman karena daya tampung rumah sakit yang sudah melebihi kapasitasnya.

Sepertinya kebijakan pemerintah kepada pasien yang tidak bergejala atau gejala ringan cukup melakukan isoman saja, menurut Ahmad pada kenyataannya bisa mengalami pemburukan kesehatan menjadi gejala sedang atau gejala berat bila tidak tertangani dengan baik.

Untuk itu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan pihaknya memaksimalkan peran Satgas Covid-19 di tingkat RT dan RW dalam memantau pasien yang sedang isoman.

Sedangkan Ketua DPD PKS kota Bekasi, Heri Koswara mengingatkan semua pihak agar waspada dan taat Prokes, mengingat lonjakan angka kematian di tengah pandemi Covid-19.

“Sekali lagi saya ingatkan agar kita menjaga kesehatan diri dan keluarga. Yang merasa sehat, mohon tetap jaga Prokesnya dan jangan menghakimi yang sakit atau terpapar covid-19. Yang sedang sakit semoga tetap sabar, dan segera mendapat kesembuhan. yang wafat semoga Husnul khatimah. Mari saling jaga, saling bantu, saling dukung dan sampaikan informasi yang benar tanpa memperburuk keadaan atau menambah ketakutan,” kata Heri.

Dari berbagai sumber
(RAM)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru