BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 14 Jun 2021 18:17 WIB ·

Kisah Fitri, Janda Penghuni Kolong Jembatan Juanda Bekasi


 Kisah Fitri, Janda Penghuni Kolong Jembatan Juanda Bekasi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Jum’at lalu, 11 Juni 2021 Bekasimedia bersama tim relawan kemanusiaan Teladanku mewawancarai Fitri (34 tahun), seorang janda dua anak penghuni kolong (bawah) Jembatan Juanda Bekasi yang berada tak jauh dari Monumen bersejarah Monumen Kali Bekasi. Fitri salah satu warga “imigran” yang tersisih dari kehidupan semi metropolis di kota yang bersejarah dengan patriotismenya ini.

Fitri dengan kedua putrinya, Vina ( 6 ) dan Anggun (3) harus berjibaku mengais rezeki sebagai pemulung. Gorong-gorong penyangga Jembatan Juanda adalah rumah tempat berlindung bagi mereka dari segala cuaca.

“Sejak suami saya meninggal setelah Idul Fitri 3 tahun yang lalu, saya pindah ke sini sama anak-anak.” kata Fitri menceritakan awal mula bermukim di bawah jembatan.

Ibu dua anak ini mengaku sudah merantau dari Jambi ke Jakarta sejak tahun 2000 lalu.

“Awal saya merantau tahun 2000, terus ke Jakarta sambil mencari kerja. Nikah sama bapaknya anak-anak dan sempat tinggal di Duren Jaya,” ujar Fitri menambahkan kisah masa lalunya.

Wanita ini berjuang membiayai kebutuhan kedua puterinya dengan memilah-milah sampah sebagai peruntungannya bersama berapa kawan seprofesinya.

“Alhamdulillah saya mulung 3 hari, sudah dapat 50 ribu, ya lumayan lah buat biaya makan anak-anak.” Kata Fitri sambil menggendong putrinya yang baru keluar dari ruang sempit dan gelap.

Untuk bahan bakar memasak di “dapur” nya yang sederhana, Fitri mengumpulkan kayu-kayu kering.

Ketika ditanya soal kepedulian pemerintah setempat terhadap kondisinya, Fitri hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum miris. Ia mengaku KTP- nya masih Domisili Duren Jaya.

Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat menengah ke atas di sekitaran Jl. Ir H Juanda, kota Bekasi, Fitri dan kedua puterinya dari kolong jembatan bagaikan simbol lain perjuangan warga imigran yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mengais sampah demi bertahan hidup di kota Patriot. (RAM)

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru