BEKASIMEDIA.COM – Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), sebuah lembaga analis dan sosial-politik merilis evaluasi kinerja Pemkot Bekasi tahun 2024. Hasil survei menyebut bahwa 51,44 persen masyarakat kota Bekasi tidak puas dengan kinerja pemerintahan kota di bawah kepemimpinan Rahmat Effendi-Tri Adhianto. Sementara 48,56 persen menyatakan puas. Survei tersebut berlangsung dari 17-19 Mei 2021, dengan margin of error sebesar 2.95 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Tata Ruang dan Wilayah serta Kesejahteraan Sosial menjadi dua masalah yang menjadikan sebagian besar masyarakat tidak puas dengan kinerja Pemkot Bekasi. 31,46 persen masyarakat tidak puas pada sektor Tata Ruang dan Wilayah dan 30,89 persen untuk masalah kesejahteraan sosial. Di samping itu sebanyak 27,83 persen suara tidak puas soal Lapangan Kerja.
”Persoalan tata ruang dan kewilayahan yang berimplikasi terhadap penanganan bencana banjir tahunan hingga masalah kemacetan akibat proyek pembangunan infrastruktur menjadi sorotan publik. Artinya Pemkot harus serius menyikapinya dan mengoptimalkan sektor tersebut,” kata Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA dalam keterangan persnya, Jumat, (21/5/2021).
Kendati demikian, beberapa sektor ternyata masih mendapat apresiasi masyarakat, misalnya soal pelayanan publik sebanyak 38,46 persen, penguatan indeks pembangunan manusia (SDM) sebanyak 29,91 persen serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (24,71 persen) juga sektor kesehatan (9,06 persen).
Survei CISA ini dilakukan di 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan juga menyasar 900 responden. (*)











