BEKASIMEDIA.COM – Ketua Rumah Keluarga Indonesia Kota Bekasi, Ii Marlina memberikan tanggapan tentang beredarnya berita kekerasan dan pelecehan seksual kepada anak perempuan di bawah umur yang terjadi di Kota Bekasi. Ia mengaku sangat sedih mendengar kasus tersebut, mengingat akan dampak psikologis yang ditimbulkan ke depannya terhadap korban dan keluarganya.
“Sebagai Ketua Rumah Keluarga Indonesia (RKI) terus terang saya merasa sedih. Sebab bisa sangat dibayangkan bagaimana kondisi psikologis anak dan orang tua saat ini. Kondisi-kondisi seperti ini sangat rentan berpengaruh pada ketahanan keluarga, karena dampak dari kondisi ini bukan hanya akan dirasakan oleh korban dan orang tua sendiri,melainkan jg seluruh anggota keluarga,” jelasnya saat dihubungi Bekasimedia.com Jumat (16/4/2021) malam.
Tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur, kata Ii merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi dan harus ada tindakan tegas terhadap pelaku, agar ada efek jera.
Ii Marlina pun mengatakan kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi. “Ketika sebuah kasus sampai kepada kami, Insya Allah RKI akan berusaha melakukan pendampingan terhadap orang tua dan korban. Terutama dari sisi psikologis anak dan orang tua,” katanya.
“Kondisi psikologis korban saat ini tentu saja membutuhkan support dan dukungan positif, sedangkan kondisi emosional dari orang tua dan anggota keluarga juga biasanya tengah tidak stabil,” imbuhnya.
Apalagi jika sudah ada di fase proses hukum, kata Ii akan banyak tekanan-tekanan pada korban dan keluarga.
Pada kesempatan ini, Ii Marlina memberikan beberapa tips untuk masyarakat terutama keluarga yang memiliki anak perempuan.
“Tips dari kami, Rumah Keluarga Indonesia untuk keluarga-keluarga Indonesia pada umumnya dan keluarga keluarga masyarakat Kota Bekasi khususnya pertama, memberikan penanaman nilai-nilai agama dan akhlaq sejak dini di antaranya tentang selalu merasa di awasi Allah Sang Pencipta,
penerapan rasa malu yang benar dalam bersikap dan berprilaku di keseharian,” ujarnya.
Kedua, kata Ii, memberikan edukasi dan motivasi kepada anak perempuan untuk menutup auratnya secara sempurna.
Ketiga, sering mengajak anak untuk berdiskusi tentang segala hal dan berusaha menempatkan diri selain sebagai ibu tetapi juga sebagai teman bagi anak.
Keempat, mengetahui dengan siapa selama ini mereka berteman.
“Yang terakhir, tentunya selalu mendoakan anak-anak agar mereka selalu mendapatkan penjagaan dari Allah SWT,” tukasnya.
Kepada para orang tua di manapun berada, Ii berpesan pertama dan paling utama memang fondasi agama yang harus dikuatkan pada anak. “Bagaimana mengajarkan batasan-batasan hubungan dan pertemanan, aturan jam kembali ke rumah, dan juga bagaimana di dalam keluarga membiasakan anak harus senantiasa bersikap terbuka dan menceritakan semua yang mereka alami kepada orang tua. Sehingga apapun yang sekiranya bisa menjadi masalah dikemudian hari, bisa dilakukan tindakan preventifnya,” tutupnya. (MB)











