BEKASIMEDIA.COM Ketua DPRD : Menyongsong HUT ke-24 Kota Tentukan “City Branding” Melalui Generasi Baru

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 8 Mar 2021 15:08 WIB ·

Ketua DPRD : Menyongsong HUT ke-24 Kota Bekasi, Tentukan “City Branding” Melalui Generasi Baru


 Ketua DPRD : Menyongsong HUT ke-24 Kota Bekasi, Tentukan “City Branding” Melalui Generasi Baru Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Dalam menyongsong HUT ke-24 Kota Bekasi, Chairoman J. Putro, selaku ketua DPRD Kota Bekasi menyampaikan paparannya perihal menentukan City Branding yang kuat dan tepat bagi Kota Bekasi melalui generasi baru, dalam hal ini para pemuda, Minggu, (7/3/2021). Sekitar 12 menit Chairoman menyampaikan unsur-unsur penting pembentuk City Branding, dalam acara daring Dialog Cinta Kota Bekasi dengan tajuk “Membangun kemajuan kota Bekasi dengan Generasi Baru”. Acara Webinar ini diselenggarakan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas baru yang dalam pendiriannya diprakarsai oleh Assoc. Prof Teuku Syahrul Reza, Direktur of ASEAN Lecturer Community yaitu Kocibek, Komunitas Cinta Bekasi.

“Digitalisasi telah mengubah wajah kita, namun mudah-mudahan anak muda para generasi milenial ini, akan menjadi tulang punggung ke depan semakin besar,” Kata Chairoman menggaris bawahi bahwa anak-anak muda khususnya di Kota Bekasi menjadi harapan besar perubahan kota mendatang.

Beliau menyampaikan, mereka para pemuda bukan hanya menjadi “agent of change”, melainkan juga “Director of Change”, pelaku dari perubahan. Merekalah yang akan tampil ke depan, memberikan gagasan baru, pola baru yang selama ini terkesan feodal, kultus kepada individu, maka milenial mengubahnya menjadi egaliter, mereka bekerja secara kolektif, dengan kata lain Collective Action, selalu bekerja secara bersama-sama.

“Ada semangat kolaborasi, mereka tidak hanya berkompetisi namun mereka juga berkoperasi, sehingga disebutnya Cooperation and Competition, mereka bersaing tapi mereka juga bersama. Inilah yang kelihatannya perlu kita dorong, maka pemerintah kota ke depan sangat bijak untuk memberikan ruang yang memadai bagi tumbuh kembangnya kreativitas inovasi para anak muda, sehingga Kota Bekasi yang usianya 24 tahun, harus tampil menjadi kota muda bukan kota tua,” tukas Alumni Universitas Indonesia, FT Jurusan Teknik Mesin ini.

Menurutnya Kota Tua adalah kota yang biasanya dilarang orang tua melakukan perubahan bahkan renovasi pun tidak boleh. Sedangkan Kota Muda adalah kota yang sangat cepat berubahnya. Mereka berubah wajahnya, dinamik, kemudian inovatif.

“Perkembangan kota ditentukan oleh gagasan baru dan kreativitas anak-anak mudanya, sekaligus sebagai pendobrak belenggu “histeris” pandemi, tidak terbatas dalam kaitan dengan mobilitas tapi bagaimana pikiran, gagasan baru itu justru akan tampil sebagai solusi baru di masa akan datang,” ujarnya.

Pada pemaparannya juga disampaikan sebuah penelitian, Alvara Research Center, mengatakan di tahun 2019, 30,7 peran anak muda sekarang akan terus mendominasi hingga 40%, saat 2024 lebih tepatnya tahun 2028, 100 tahun pasca sumpah pemuda, ini momentum paling utama, tampilnya anak-anak muda untuk menyampaikan gagasan. “Apa kira-kira Pemuda 100 tahun sumpah pemuda, akan menuntut apa?” katanya. “Harus kita akui hari ini Kota Bekasi memiliki tantangan yang tidak mudah, yang sudah dikatakan IPM nya nomer 2 terbaik di Jawa Barat, sesudah kota Bandung. Tahun 2019 Kota Bandung memiliki IPM, Index Pembangunan Manusia, di angka 81,62 poin. Saya kira ini menarik di mana dalam index tersebut “ada komponen pendidikan, kesehatan dan daya beli, namun yang menarik adalah bagaimana kita memberikan satu komponen baru tentang index of happiness, yaitu tingkat kebahagiaan masyarakat atau keluarga kota, ini kelihatannya index yang musti kita tampilkan, karena bisa jadi persepsi “happiness” bagi kaum milenial berbeda dengan kita yang sudah tua- tua. Di mana kebersamaan mereka dengan anak-anak muda dengan rekan sebayanya. Mungkin kehadiran fasilitas yang mampu mempertemukan anak muda dalam satu tempat, itu salah satu indikator happiness bagi anak muda, kelihatannya tantangan ke depan kita bagaimana membangun kota Bekasi semakin kuat CITY BRANDING nya, ke arah mana City Branding kota Bekasi mau dikembangkan.” pungkas Chairoman sekaligus menutup paparan pada dialog sesi pertama. (RAM)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru