BEKASIMEDIA.COM Akibat Longsor Disparbud Relokasi 7 Tenant di Kawasan Wisata Kuliner

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 17 Feb 2021 09:46 WIB ·

Akibat Longsor, Disparbud Relokasi 7 Tenant di Kawasan Wisata Kuliner


 Akibat Longsor, Disparbud Relokasi 7 Tenant di Kawasan Wisata Kuliner Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi Tedy Hapni menyatakan sedikitnya 7 tenant hancur akibat bencana longsor di bantaran kali samping kawasan wisata kuliner (Wiskul) dan apartemen Center Point pada Selasa pagi (16/2/2021)

“Ada 7 tenant yang terdampak, tapi dari 7 itu hanya 3 yang aktif berjualan sisanya tidak. Kemudian juga ada panggung yang terdampak,” ujarnya kepada bekasimedia.com lewat sambungan selulernya.

Turab sepanjang 32 meter longsor diduga akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam 2 hari terakhir

“Setelah turab diperbaiki kita akan tata kembali,” imbuhnya

Untuk sementara waktu tenant yang kosong digunakan dahulu sambil menunggu perbaikan turab kembali dari Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBM SDA).

Akibat kejadian ini Disparbud sendiri masih mengizinkan pelaku usaha UMKM berjualan di kawasan wisata kuliner

“Kita masih mengizinkan mereka beroperasi, ekonomi masyarakat harus berjalan terus meskipun ada bencana kan tidak harus total ditutup yang penting kita relokasi dulu untuk pengerjaan fisik dan mudah-mudahan segera selesai dan beroperasi kembali,” tukasnya.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut dan Disparbud sudah melakukan relokasi sementara bangunan tenant yang rusak.

Tedy mengatakan awal kejadiannya disebabkan oleh sebuah pohon tinggi seperti beringin yang tidak berakar tunggal diterjang angin kencang dan hujan lebat, sehingga roboh.

“Akses jalan di Wisata Kuliner tidak akan ditutup total meski ada pengerjaan pembangunan kembali, namun tergantung Dinas Pekerjaan Umum nanti di lapangan yang lebih mengetahui teknisnya,” kata Tedy

Tedy juga mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha serta konsumen kawasan Wisata Kuliner tetap menjaga kehati-hatian dan juga disiplin menjaga aturan dengan surat edaran yang ada, menjaga protokol kesehatan yang diutamakan, apalagi di musim penghujan tetap waspada terhadap cuaca.

Dilansir dari rilis Pemkot Bekasi, penanganan bencana longsor turab Rawa Tembaga di area Wisata Kuliner Bekasi Selatan, Selasa, (16/2/2021) dilakukan oleh BPBD dan BMSDA Pemerintah Kota Bekasi.

Kepala Seksi Darlog BPBD Kota Bekasi, Wiratma mengatakan penyebab longsor tersebut akibat hujan deras yang terjadi pada Senin, (15/2/2020) dini hari, yang mengguyur Kota Bekasi. Longsor mengakibatkan 6 stand warung dan 3 pohon tumbang masuk ke kali Rawa Tembaga. “Kejadian longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB akibat hujan turun lebat. Kita mendapatkan informasi warga kemudian langsung turun menuju lokasi dan kini sedang dalam penanganan petugas,” kata Wiratma.

Selain longsor material stand warung dan pohon, belum dilaporkan adanya korban akibat bencana longsor ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga pada DBMSDA Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi mengatakan longsor turap Rawa Tembaga dengan panjang longsoran sekitar 32 meter dan kedalaman 5.5 meter. Hal ini usai pihaknya melakukan tinjauan lapangan dan diskusi yang dihadiri Asda II, Kepala DBMSDA, Bidang SDA.

Untuk menangani longsor Kali Rawa Tembaga, pihaknya juga telah melakukan langkah tindak lanjut penanganan longsor turap Kali Rawa Tembaga dengan menurunkan personel untuk evakuasi bangunan dan pohon tumbang. Kemudian tindak lanjut penanganan diusulkan melalui penanganan darurat dan permanen. Dijelaskan Widayat dalam laporannya, longsor turap disebabkan beberapa faktor, pertama kontruksi turap sudah berusia 20 tahun sehingga kekuatan kontruksi sudah tidak optimal. Lalu curah hujan tinggi sejak awal 2021, terutama pada tanggal 21, 24 Januari dan 8 Februari.

Di lokasi turab Rawa Tembaga juga terdapat vegetasi pohon besar yang berada di badan konstruksi sehingga ketika pohon tertiup angin kencang dan akar pohon tidak kuat mengikat struktur tanah, maka pergerakan tersebut mempengaruhi stabilitas turap. Air buangan kawasan kuliner langsung dilarikan ke badan kali Rawatembaga sehingga stabilitas tanah. (Denis)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru