BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 27 Sep 2020 07:44 WIB ·

Sedang Masa Ujian Sekolah, Anak Korban Banjir Bandang Sukabumi Butuhkan Ponsel


 Sedang Masa Ujian Sekolah, Anak Korban Banjir Bandang Sukabumi Butuhkan Ponsel Perbesar

BEKASIMEDIA.COM- Banjir Bandang yang menerjang Wilayah Cicurug, Sukabumi pada Senin (21/9/2020) lalu menyisakan banyak kisah pilu. Salah satunya datang dari keluarga Setiono (52), Warga yang tinggal di pinggir sungai Cicurug, Sukabumi. Rumah yang ditinggalinya habis terseret banjir setinggi kurang lebih 2 meter. Beruntung, seluruh anggota keluarga selamat.

“Sore itu kan hujan, kita lagi pada ngumpul di dalem. Lagi pada tiduran. Saya dan istri lagi jalan di luar. Banjirnya dadakan, hitungan detik. Semua habis. Laptop dan HP baru beli belum lama, semua habis, kerugiannya hamper 60 jutaan,” ujarnya kepada Bekasimedia, sabtu (27/9/2020).

Karena saat ini sedang masa ujian sekolah, sang istri, Yeti supriyati (46) mengaku kasihan kepada anak-anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP karena sudah sepekan tak bisa mengikuti ujian tengah semester lantaran semua buku paket dan LKS juga ikut hanyut. Meskipun sekolah sang anak memaklumi, Yeti kasihan karena anaknya merasa beban tugasnya sudah terlalu banyak.

“Kalau ditanya yang urgent sekarang ini ya butuh HP buat anak sekolah, terutama untuk yang SMP. Karena Ijazah habis, barang-barang sekolah habis, sekolah memang memaklumi, tapi anaknya kasihan, sudah seminggu ya sejak kejadiaan itu jadi gak ikut ulangan, ” ujar Yeti.
Sementara itu, anak yang paling tua, yang berprofesi sebagai guru juga dalam kondisi yang sama, membutuhkan laptop untuk mengerjakan tugas-tugas dari sekolah.

Yeti mengaku awal kejadian anak-anaknya sempat syok dan trauma. Namun ia dan suami coba menenangkan dan menguatkan karena yang terpenting adalah keselamatan keluarga.

Yeti dan setiono mengaku sejauh ini bantuan yang sudah banyak diterima berupa sembako dan pakaian layak pakai. Sementara itu anak-anak diungsikan di BTN sementara.
“Pengennya sih pindah rumah ya kalau punya uang besar mah. Tapi kalau misalnya ada cuma buat betulin, yang penting bisa kumpul-kumpul lagi,” tukas Yeti. (denis)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru