BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 10 Jul 2020 16:47 WIB ·

Komisi V DPRD Provinsi Jabar Soroti Dugaan Kasus ‘Jual Beli’ Kursi SMAN 1 Bekasi


 Komisi V DPRD Provinsi Jabar Soroti Dugaan Kasus ‘Jual Beli’ Kursi SMAN 1 Bekasi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online kota Bekasi kembali mencuatkan dugaan kasus jual beli kursi. Kali ini pengakuan tersebut datang dari salah satu orangtua calon siswa yang telah mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Kota Bekasi melalui jalur zonasi.

Seperti yang dilansir TribunNews, ada pengalaman kurang menyenangkan yang dialami seorang ibu bernama Damayanti (52), warga Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur yang gagal memasukkan anaknya ke SMAN 1 Kota Bekasi pada PPDB jalur zonasi. Pertimbangan skor jarak ini rupanya tetap tidak memberi peluang anaknya lolos.

Saat Damayanti memutuskan mendatangi sekolah untuk memastikan peluang anaknya bisa masuk, sayangnya panitia PPDB pada hari Sabtu (4/7/2020) libur.

“Petugas TU (tata usaha) bilang kalau saya sebaiknya balik lagi hari senin, yaudah saya keluar, pas saya keluar satpam nyamperin saya, itu benar-benar tidak saya terpikirkan,” ujarnya seperti dikutip TribunNews.

Damayanti lantas ditanya oleh satpam terkait kendala PPDB yang tengah ia hadapi.

Dengan polosnya dia bercerita kalau skor jarak anaknya saat ini 1,2 kilometer.

“Saya jadi cerita ke dia (satpam) bahwa ada banyak anak-anak yang saya tahu (rumahnya jauh dari sekolah tapi skornya dekat),” tuturnya.

“Sebenarnya bukan kapasitas dia buat jawab tapi saya cerita aja, apa coba jawaban dia, ‘ibu mau diubah?’ ‘Saya udah dapat tiga lho bu’ saya kaget terus saya tanya emang berapa pak? ‘Rp15 juta bu’,” katanya masih dikutip dari TribunNews.

Merasa terkejut dengan pengakuan tersebut, Damayanti menyayangkan di sekolah dengan citra sebagus itu masih ada oknum jual beli kursi. Dirinya mengaku hanya minta keadilan dalam hal ini jika memang sistemnya sudah benar.

“Saya sih bukan buat anak saya sekarang, saya mau kasus ini selesai karena dari tahun ke tahun masalah ini tidak pernah selesai masalahnya dan paling tidak ini adalah terakhir untuk semangat memperbaiki dan gebrakan. Ini merupakan curahan hati banyak orang bertahun- tahun, mungkin hanya saya yang berani mewakili,” kata Damayanti saat dihubungi Bekasimedia.com Jumat (10/7/2020).

Anggota komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Heri Koswara menyatakan sudah mendengar kabar dugaan kasus tersebut dan akan segera mendalami kasus yang terjadi saat pelaksaan PPDB Online di wilayah kota Bekasi.

“Jika benar ada dugaan jual beli kursi oleh oknum sekolah di SMAN 1 Kota Bekasi maka kita akan minta penjelasan lebih lanjut dari Dinas terkait,” ujarnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru