BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 1 Jul 2020 13:36 WIB ·

DPP: Kader Muda Harus Berani Maju di Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi


 DPP: Kader Muda Harus Berani Maju di Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Muslim Jaya Butarbutar, SH, MH menyatakan pimpinan DPD Partai Golkar (PG) Kota Bekasi sudah selayaknya memberikan kesempatan kepada anak muda yang memiliki potensi untuk maju dalam perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar bulan ini.

Muslim Jaya Butarbutar mengatakan hal itu sebagai bentuk implementasi dari kaderisasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar Kota Bekasi. Mandeknya kaderisasi dalam kepemimpinan Rahmat Effendi menjadi sorotannya.

“Persoalan kaderisasi itu kan memang tergantung dari pimpinan dalam hal ini Rahmat Effendi (RE) sendiri bagaimana melakukan kaderisasi. Kalau saya lihat kaderisasi di DPD Partai Golkar (PG) Kota Bekasi ini agak mandek, artinya harusnya memang RE itu menyiapkan kader kader yang memang berpotensi kedepan untuk bisa menggantikan dirinya,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Rabu, (1/7/2020).

Saat ini ia melihat ada kaderisasi yang agak mandek. Solusinya, kata Muslim Jaya Butarbutar, RE harus memberikan kesempatan kepada rekan-rekannya, “sebetulnya banyak kader yang punya potensi. Cuma yang punya potensi ini tidak berani maju, saya juga ndak ngerti kenapa mereka ndak berani maju,” sambungnya.

Yang pasti menurutnya, harus ada yang berani mendobrak, “katakanlah jangan lagi RE yang memimpin PG kota Bekasi ini, kasilah kesempatan pada teman-teman yang memang punya potensi, kan masih banyak kader kader potensial ada H Zainul Miftah, H. Edi, Dariyanto, Tubagus Hendra, ada Hery Suko, inikan kader kader yang punya potensi dan biarkan saja mereka bertarung.”

Kalaupun ada kesepakatan aklamasi, lanjut Muslim Jaya, tinggal dibicarakan saja, tapi yang pasti kader-kadernya diberikan kesempatan jangan ditahan tahan. “Kalau kaderisasi tidak berjalan dengan baik itukan menandakan ada sesuatu yang tersumbat dalam organisasi, apalagi di 2024 tantangan itu akan lebih besar, mengingat kemarin di 2019 suara PG itu turun.”

“Sekelas RE kalo hanya dapat 7-8 kursi di DPRD Kota Bekasi itu turun apalagi saat ini Golkar sendiri tidak punya pimpinan di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) itukan lucu sebetulnya, apalagi kita punya Wali Kota Bekasi kenapa ndak bisa memperjuangkan AKD, ini kan menghambat sendiri bagi Wali kota untuk memperjuangkan program programnya, kenapa kader kader PG tidak ada di pimpinan,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini seharusnya dipikirkan Rahmat Effendi dan sudah seharusnya memberikan kesempatan kepada yang lain.

“RE jadi king maker saja kasih masukan kepada teman-teman yang muda karena beliau adalah tokoh Partai Golkar,” ia kembali menegaskan.

Menurutnya tidak ada permasalahan, tetapi angkatan muda ini tidak ada yang berani muncul, “kenapa tidak berani muncul saya juga nggak tahu, mungkin saja ada persoalan internal yang kita tidak tahu, tapi mereka harus berani mendobrak dan saya sendiri mendorong itu.”

“Biarlah saatnya anak-anak muda yang memimpin Partai Golkar Kota Bekasi dan RE biarlah sampai 2023 jadi Wali kota dan beliau konsentrasi saja di Wali kota. Anak anak muda ini punya spirit yang bagus dan pengalaman organisasi yang matang juga.”

Rahmat Effendi menurutnya harus legowo dan memberikan kesempatan kepada anak muda, “kuncinya ada disitu keikhlasan untuk memberikan kesempatan kepada anak anak muda,” katanya.

Ditanya apakah suara Partai Golkar Kota Bekasi akan lebih turun lagi jika tak dipimpin Rahmat Effendi, Muslim Jaya Butarbutar menjawab bahwa hal itu baru hipotesa saja. Menurutnya suara Partai Golkar tidak berpatokan pada seorang ketua umum semata. “Kita ini tidak seperti partai lain yang berpatokan pada ketua umum yang memang punya ego kekuasaan, PG ini punya struktur dan sistem. Yang dibangun itu mesinnya bukan hanya karena satu orang kalau gak karena si A PG gak bisa dapat suara, bukan itu kekuatannya, kekuatan Partai Golkar ada di caleg dan pengurusnya, bukan oleh satu orang, bukan ada di Rahmat Effendinya, wong kemaren suara PG itu bagus karena caleg-calegnya yang berjuang termasuk saya juga kemaren,” pungkasnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru