BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 16 Jun 2019 06:49 WIB ·

PKS: Masih Ada Catatan, Pemekaran Bekasi Utara Harus Dikaji Ulang


 PKS: Masih Ada Catatan, Pemekaran Bekasi Utara Harus Dikaji Ulang Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Muhammad Nuh mengatakan sebagai orang Bekasi dirinya juga ingin mengomentari terkait rencana pemekaran Bekasi Utara yang kini kembali ramai diperbincangkan.

Ditemui usai acara konferensi pers, Sabtu (15/6/2019) terkait sengketa pileg 2019 di markaz dakwah DPD PKS Kabupaten Bekasi Ruko Sentra Niaga Kalimas, Jalan KH. Noer Ali Inspeksi Kalimalang, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi anggota komisi 1 DPRD menyatakan pemekaran wilayah Bekasi Utara harus dikaji ulang karena menurutnya kondisi dahulu dengan sekarang berbeda situasinya.

“Memang pemekaran itu sudah dikaji lama tentunya ada positif dan negatifnya. Kalo dari segi unsur keterlayanan bagus, tapi ada juga daerah daerah yang di mekarkan tidak bagus malah potensinya kecil, nah untuk ini harus di kaji ulang lagi,” ujarnya kepada bekasimedia.com

Menurut Muhammad Nuh, meskipun kadernya mantan Bupati Bekasi periode 2004-2009 lalu pernah merekomendasikan bahkan menganggarkan kajian akademis rencana pemekaran Bekasi Utara, namun ia mengatakan masih ada beberapa catatan penting.

“Kalo tidak khilaf pak Sa’aduddin masih memberikan catatan, apalagi sudah pernah ada pernyataan tidak boleh ada yang namanya pemekaran di zaman SBY pada waktu itu, tapi sekian daerah terus berjalan. Nah itu artinya pusat juga menentukan bukan hanya disini,” imbuhnya.

Terkait Aliansi Utara yang mengambil langkah langkah proses pemekaran dengan pola top down politisi senior PKS ini mengatakan tetap akan melihat lagi karena menurutnya dahulu dengan sekarang tentunya akan berbeda potensinya dan juga harus rigid pembagian potensinya mana daerah daerah yang minus dan surplus, jangan sampai satu daerah minus semua sehingga malah menjadi beban, kan paling tidak biaya aparat juga akan menjadi beban bagi daerah baru,” pungkasnya.(dns)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru