502 Bad Gateway


cloudflare
BEKASIMEDIA.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Legislator · 13 Feb 2026 08:04 WIB ·

Johan Rosihan Dorong NTB Jadi Percontohan Nasional Ekonomi Biru


 Johan Rosihan Dorong NTB Jadi Percontohan Nasional Ekonomi Biru Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Mataram – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pilot project nasional pengembangan ekonomi biru terintegrasi, dengan menjadikan Teluk Saleh sebagai model kawasan konservasi dan budidaya ramah lingkungan.

Usulan tersebut disampaikan Johan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi (High Level Meeting) terkait rekomendasi pengelolaan ekosistem karbon biru dan pengembangan tambak berkelanjutan di Teluk Saleh, Kamis (12/2/2026).

Menurut Johan, Teluk Saleh memiliki kombinasi ekosistem dan potensi ekonomi yang jarang dimiliki daerah lain. Kawasan tersebut menjadi habitat hiu paus, memiliki ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, serta aktivitas budidaya tambak yang berkembang pesat.

“Teluk Saleh punya semua elemen untuk menjadi model nasional ekonomi biru. Kita punya konservasi, tambak, serta data ilmiah berbasis ocean accounting. Tinggal bagaimana menyatukannya dalam satu desain kebijakan terintegrasi,” ujar Johan.

Dalam policy brief yang dipaparkan pada forum tersebut, pendekatan ocean accounting menunjukkan bahwa jasa ekosistem Teluk Saleh memiliki nilai ekonomi signifikan setiap tahun. Johan menegaskan, konservasi tidak semata isu lingkungan, melainkan juga investasi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Namun demikian, ia mengingatkan agar ekspansi tambak tetap memperhatikan tata ruang dan pengelolaan limbah secara ketat. Perluasan tanpa kendali, kata dia, berpotensi menurunkan kualitas ekosistem, merusak mangrove, dan berdampak pada nelayan kecil.

“Produksi boleh tumbuh, tetapi harus taat ekologi. Kita tidak boleh mengorbankan mangrove dan daya dukung lingkungan. Justru NTB bisa menjadi contoh bahwa budidaya modern dapat berjalan tanpa merusak,” tegasnya.

Johan juga menilai program karbon biru yang tengah dikembangkan di Teluk Saleh berpotensi menjadi instrumen pembiayaan pembangunan berkelanjutan, asalkan didukung sistem monitoring yang kuat dan berbasis data.

Sebagai mitra kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komisi IV DPR RI, lanjut Johan, siap mengawal dukungan regulasi dan kebijakan agar Teluk Saleh benar-benar menjadi model nasional pengelolaan pesisir berkelanjutan.

“Kalau ini berhasil di NTB, Indonesia memiliki contoh konkret ekonomi biru yang bisa direplikasi di daerah lain,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Interupsi Warnai Paripurna KUA-PPAS, Yenny Sebut Dewan Bingung Jelaskan ke Konstituen

10 September 2026 - 17:23 WIB

Keras! Agus Rohadi Persoalkan Pokir DPRD: Kalau Tak Diakomodasi, Jangan Ada Reses

10 September 2026 - 16:28 WIB

Anggaran Kota Bekasi Rp7,5 Triliun Disepakati, DPRD Soroti Efisiensi dan Pengawasan

10 September 2026 - 15:05 WIB

DPRD Kota Bekasi Gelar Sosialisasi Raperda, Perkuat Partisipasi Publik dalam Pembentukan Perda

5 Agustus 2026 - 19:53 WIB

PKS Ingatkan Kebebasan Akademik Harus Disertai Tanggung Jawab Moral dan Ilmiah

1 Juli 2026 - 21:30 WIB

Abdul Aziz Adwani Kenang Perjuangan PKS Menghadirkan Sekolah Gratis

17 Mei 2026 - 05:12 WIB

Trending di Legislatif