BEKASIMEDIA.COM Mengenal Kaligrafi

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Gaya Hidup · 28 Des 2023 13:49 WIB ·

Mengenal Ciri-Ciri Khat Kaligrafi Arab Yang Di Lestarikan Indonesia


 Mengenal Ciri-Ciri Khat Kaligrafi Arab Yang Di Lestarikan Indonesia Perbesar

BEKASIMEDIA.COM — Seni kaligrafi adalah Seni tulisan indah yang di mana secara etimologi kaligrafi berasal dari bahasa Yunani yakni kaligraphos yang berarti keindahan tulisan, kallos berarti indah sedangkan graphos berarti tulisan. Namun dalam bahasa Arab kaligrafi di sebut khot yang artinya dasar garis karena kaligrafi sendiri identik dengan garis-garis yang disusun lalu dibentuk dengan serapi mungkin dengan tebal tipis yang harus di sesuaikan dengan kaidahnya. Adapun jenis-jenis khot yang digunakan dalam lomba MTQ yakni : khot naskhi, khot tsulust, khot diwani, khot diwani jaly, khot farisi, khot riq’ah, dan khot kufi.

Berikut adalah penjelasan jenis-jenis khot :

1. Khot Naskhi

Khot naskhi adalah jenis khot yang biasanya digunakan dalam penulisan naskah. Menurut Didin Sirajuddin (2006), Jenis kaligrafi Arab naskhi ini muncul pada akhir abad ke-5 Hijriyah. Ini adalah jenis kaligrafi Arab modifikasi dari tulisan kufi, yang muncul mengiringi maraknya penulisan buku dan Al-Qur’an. Karena itu ia disebut “naskh”. Karena secara luas digunakan untuk naskah al-Qur’an. Pada awal kemunculannya, jenis kaligrafi Arab ini disebut badi’. Kaidah kaligrafi Arab ini di sempurnakan oleh Al-Wazir Ibnu Muqlah. Kaligrafi Arab naskhi ini memiliki karakteristik lembut, dan jelas dibaca. Apalagi bila kemudian diberi syakal dan titik. Naskhi tidak digunakan dalam bentuk tarkib (bertumpuk tumpuk seperti halnya tsulust), melainkan datar mengikuti garis. Pada masa belakangan, gaya naskhi menjadi tulisan baku untuk buku dan karya-karya ilmiah.

2. Khot Tsulust

Khot Tsulust adalah khot adaptasi dari khot kufi yang biasanya di gunakan pada dekorasi masjid, judul kitab, dan juga digunakan sebagai pusat pada perlombaan MTQ. Menurut Didin Sirojuddin (2006), seperti halnya gaya kufi, kaligrafi gaya tsuluts diperkenalkan oleh Ibnu Muqlah yang merupakan seorang menteri (wazir) di masa Kekhalifahan Abbasiyyah. Tulisan kaligrafi gaya tsuluts sangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudah dibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yang tersedia. Karya kaligrafi yang menggunakan gaya tsuluts bisa ditulis dalam bentuk kurva, dengan kepala meruncing dan terkadang ditulis dengan gaya sambung dan interjeksi yang kuat. Karena keindahan dan keluwesannya ini, gaya tsuluts banyak digunakan sebagai ornamen arsitektur masjid, sampul buku, dan dekorasi interior. Kaligrafi Arab tsuluts dibagi 2 (dua): tsuluts ‘ady atau tsuluts biasa. Ditulis menggunakan pena berukuran minimal 4 mm, ditulis dengan gaya biasa, jarang dibuat menjadi bentuk yang rumit. Yang kedua adalah tsuluts jaly ditulis dengan pena berukuran dua kali lipat tsuluts biasa, dan sering dikreasikan dalam bentuk yang rumit.

3. Khot Diwani Dan Khot Diwani Jaly

Khot diwani adalah khot yang lahir di turki pada akhir abad ke-15 yang digunakan sebagai belajar mengajar dan mengirim surat di turki sebelum diganti menjadi huruf alfabet. Sedangkan khot diwani jaly digunakan untuk menulis surat rahasia karena penulisannya yang rumit dan sulit untuk di rubah, hanya orang kerajaan yang dapat membacanya. Pada masa itu khot ini hanya boleh digunakan oleh kerajaan-kerajaan di turki pada masa kekhalifahan Abbasiyah. Menurut Didin Sirojuddin (2006), gaya kaligrafi diwani dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian, disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16. Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karakter gaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnya yang kadang-kadang pada huruf tertentu meninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garis horizontalnya. Keindahan diwani terletak pada keluwesannya dan banyak menggunakan huruf memutar. Diwani memiliki kreasi selanjutnya yang disebut diwani jaly. Bentuk hurufnya mirip dengan diwani biasa, hanya saja hiasannya lebih ramai. Penulisannya juga menggunakan pena berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan 2 mata pena yaitu pena besar untuk tulisan dan pena kecil untuk hiasan.
Contoh khot diwani jaly :

4. Khot Farisi

Khot farisi adalah khot yang lahir dan populer di Persia (Iran) pada Abad ke 11H – 13H khot farisi terbagi menjadi 2 yaitu ta’liq dan nasta’liq, biasanya farisi ta’liq digunakan sebagai menulis naskah karena ukurannya yang kecil dan nasta’liq digunakan sebagai menulis judul naskah, dekorasi masjid, dan menulis sampul kitab karena ukurannya yang besar dan dapat di tumpuk. Khot ini tidak memakai harakat kecuali mad-mad seperti mad tobi’i, mad jaiz, dan sebagainya. Khot memiliki ciri khas yang unik yaitu cara penggoresannya yang dari kanan ke kiri, dibandingkan khot pada umumnya yang di goreskan dari kiri ke kanan.

5. Khot Riq’ah

Khot riq’ah adalah khot yang paling simpel dari semua khot dan sangat mudah untuk menuliskannya karena ukurannya yang kecil dan simpel. Selain itu penulisan khot ini tidak memerlukan harakat hanya titik, tasdid, dan mad saja, dan juga penyusunannya mudah karena khot ini memiliki sifat yang kaku dan tidak perlu di tumpuk seperti tsuluts, diwani jaly, dan farisi hanya perlu mengikuti garis horizontal saja.

6. Khot kufi

Khot kufi adalah khot yang tertua dari semua khot, kata kufi di ambil dari nama kota di Irak yakni kota kufah ciri khas khot ini sangat kaku dan setiap sudutnya tajam. Khot ini biasanya paling banyak di jumpai pada dekorasi masjid karena penyusunannya yang sangat ornamental. Menurut Didin Sirojuddin (2006), jenis tulisan kaligrafi Arab tertua yang dikenal dalam Islam. Dengan tulisan kufi ini Al-Qur’an pertama kali ditulis. Ciri utamanya adalah torehannya kaku bersudut. Nama kufi diambil dari nama kota Kufah di Irak, kota yang dibangun oleh Khalifah Umar bin Al-Khattab. Kaligrafi arab kufi kemudian berkembang menjadi sangat indah pada masa Daulah Abbasiyyah, dengan memasukkan unsur-unsur hiasan dan ornamen khas ke dalamnya. Kufi asli memiliki ciri-ciri tidak bertitik, dan tidak bersyakal serta dibiarkan asli tanpa hiasan. Sedangkan Kufi yang sudah berkembang, banyak mengambil bentuk-bentuk yang lebih beragam, dan banyak digunakan dalam karya-karya arsitektur, untuk menghiasi masjid, makam, dan istana raja-raja. Seniman-seniman muslim di Mesir dan Syriah di bawah khalifah Fatimiyyah (909-1171) menggunakan khot kufi secara meluas dalam bidang hiasan pada logam, kaca dan tekstil.

Seni kaligrafi arab adalah warisan budaya Islam yang patut untuk kita jaga dan lestarikan sebagai bentuk penghargaan terhadap seniman-seniman Islam terdahulu mungkin tanpa mereka Al-Qur’an sekarang tidak memiliki harakat, tasdid, atau titik. Karena yang menemukan tanda baca pada Al-Qur’an adalah kaligrafer terdahulu, yang berjuang agar Al-Qur’an dapat mudah dibaca hingga saat ini. Prof. Dr. Didin Sirojuddin M.Ag. adalah salah satu tokoh yang memperjuangkan pelestarian kaligrafi arab di Indonesia, beliau adalah pendiri LEMKA (Lembaga Kaligrafi Al-Qur’an) di Ciputat dan Sukabumi, beliau mendirikan LEMKA pada tahun 1986 di Ciputat dan 1988 di Sukabumi, beliau adalah maestro Indonesia pada bidang kaligrafi arab. (Muh. Restu Alamsyah/Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Artikel ini telah dibaca 917 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

EIMA 2025: HIMAKOM LSPR Bersama Bank Mayapada Ajak Anak Marginal Gapai Asa Lewat Bahasa

26 April 2025 - 21:52 WIB

Chicken Pepper Menu Andalanku Di Waroeng Steak & Shake Juanda Bekasi

14 November 2024 - 05:14 WIB

Pemuda Maju Bareng Gelar Festival Tasyakuran 79 Tahun Kemerdekaan RI

18 Agustus 2024 - 12:40 WIB

Giga Indonesia Kritik Keras Aturan Pemerintah Soal Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Anak Sekolah

6 Agustus 2024 - 21:42 WIB

Grand Opening Jus Masaki Signature Bekasi Meriah Bagi-bagi Voucher Makan Kepada Pengunjung

22 Juli 2024 - 19:36 WIB

Samsung Galaxy S24 Hadir dengan Galaxy AI, Platform Kecerdasan Buatan Generatif

20 Februari 2024 - 16:25 WIB

Trending di Gaya Hidup