BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 7 Des 2021 09:18 WIB ·

Merasa Kurang, Politisi Gerindra Usulkan Pokir Dewan Naik Jadi 5 Miliar


 Merasa Kurang, Politisi Gerindra Usulkan Pokir Dewan Naik Jadi 5 Miliar Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidiyanto menyatakan anggaran Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan saat ini dirasakan sangat kurang karena banyaknya usulan dan aspirasi masyarakat yang menjadi bahan masukan kepada anggota dewan di daerah pemilihan.

“Saran saya, memang kalau bisa dianggarkan lebih besar lagi untuk tiap anggota. 5 miliar lah minimal. Supaya dewan bisa akomodasi kebutuhan masyarakat ,” ujarnya kepada bekasimedia.com melalui sambungan telepon, Senin (6/12/2021).

Untuk kebutuhan masyarakat itu sangat kurang, kata Murfati. “Kan banyak sekali, kalau kita terjun ke lapangan masyarakat itu tidak sanggup jika dengan anggaran swadaya. Mau gak mau harus menunggu APBD juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi perempuan Partai Gerindra ini menjelaskan anggaran pokir untuk tahun 2022 belum bisa dijelaskan berapa besarannya, namun ia mengatakan kisarannya 3 hingga 4 miliar pertahun.

“Besarnya tergantung. Sekarang ibu belum bisa bicara berapa. Harus lihat APBD dulu. Masing-masing dewan sama. Kisarannya kurang lebih 3 hingga 4 Miliar,” jelasnya.

Terkait mekanismenya, pokir dewan ini sebelumnya diajukan ke masing-masing fraksi di DPRD. Setelah itu akan dimasukan ke Sistim Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), setelah itu akan dikunci dan diparipurnakan. SIPD tidak boleh di ubah-ubah setelah dikunci.

APBD saat pandemi Covid-19 ini belum kembali normal, jika sudah normal dan ekonomi kembali membaik dan masyarakat bisa membayar pajak, APBD bisa mencapai 5,6 triliun sehingga normal kembali.

Masyarakat juga sangat menantikan pembangunan infrastruktur seperti perbaikan drainase saluran air, perbaikan jalan dilingkungannya. Masyarakat mengharapkan usulan dan aspirasinya lewat musrembang agar segera direalisasikan oleh pemerintah daerah.

“Pandemi Covid-19 dari tahun 2020 kemarin memang dana anggaran APBD kita terkuras untuk penanggulangan pandemi. Jadi pokir dewan juga ada pengurangan. Anggaran itu dikhususkan dahulu buat pasien Covid, kemudian yang prioritas seperti penanganan banjir dan lainnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pokir atau Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD merupakan aspirasi masyarakat yang dititipkan kepada anggota Dewan agar diperjuangkan di pembahasan RAPBD.
(denis)

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru