BEKASI – Selama ini kita mengenal sampah sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat, kotor, bau dan sebagainya. Padahal apabila sampah dapat dikelola bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah.
Bagaimana caranya? Salah satu caranya adalah membuat Bank Sampah di setiap lingkungan RT atau RW.
Bank Sampah merupakan tempat untuk menukarkan sampah menjadi rupiah. Di samping itu masyarakat bisa mengurangi sampah di rumahnya dengan cara menukarkannya di Bank Sampah.
Menukar sampah di bank sampah pun ada caranya. Pertama, warga harus sudah memilah sampah dari rumah. Organik dan anorganik. Basah dan kering. Yang bisa dibawa ke bank sampah biasanya sampah anorganik berupa plastik, kaleng atau kertas. Bisa juga sampah logam dan elektronik. Tergantung bank sampah tersebut menerima sampah jenis yang mana.
Hal ini berdasarkan pernyataan Direktur Bank Sampah Induk Patriot (BSIP), Eddy Supangkat dalam peluncuran Bank Sampah Mentari di kota Bekasi, Ahad (17/10/2021).
“Dengan Bank Sampah masyarakat bisa membantu pemerintah dalam menangani sampah di kota Bekasi,” katanya.
Senada dengan Eddy Supangkat, Anggota Komisi 3 F-PKS DPRD KOTA BEKASI Lilis Nurlia setuju dengan adanya Bank Sampah. Ia mengajak masyarakat untuk mengelola dan mengubah sampah menjadi berkah. Ia juga tidak segan untuk memilah sampah dan mengelompokkannya di rumahnya.
“Saya bahkan menjadi nasabah bank sampah 1001 wilayah RW 10 dan nasabah bank sampah Kepodang di RW 11 Kali Baru dengan saldo lebih dari satu juta rupiah,” kata Lilis.
Lilis juga menyampaikan selamat atas peresmian Bank Sampah Mentari. Ia berharap keberadaan bank sampah tersebut bertambah berkah dan bisa mengedukasi masyarakat.
Untuk diketahui, selain me-launching Bank Sampah juga berlangsung kegiatan pemilahan dan penimbangan sampah serta pengumpulan minyak jelantah oleh pengurus Bank Sampah Mentari. (Mth)











