Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana bersama dengan Pusat Pengembangan Kompetensi Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Kejuruan Jakarta Barat (P2KPTK2JB) melakukan kerjasama dalam menyelenggarakan program Peningkatan Kompetensi Pendidik tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se-Jakarta Barat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggl 9,10, 12, 13 dan 15 Agustus 2021, melibatkan sekitar 500 orang guru.
Kepala pusat P2KPTK2 Jakarta Barat Riza Al-Manfaluthi menyatakan pada dasarnya P2KPTK2 memiliki salah tugas dan fungsi meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga pendidik, yang merupakan program rutin berdasarkan APBD Pemprov DKI.
Namun, pada masa Pandemi Covid-19, anggaran peningkatan kompetensi pendidik harus difokuskan pada kegiatan penanggulangan Pandemi Covid-19.
“Sehingga pihaknya berupaya tetap menjalankan program dengan menggandeng Universitas, diantaranya adalah Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Jakarta,” katanya dalam keterangan, Rabu (11/8/2021).
Dekan Fakultas Psikologi Mercubuana Dr. Setiawati Intan Savitri menyambut baik, permohonan kerjasama dari P2KPTK2 tersebut dengan menggunakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) yang merupakan kewajiban para Dosen dalam Tridharma Perguruan Tinggi.
Ia menyatakan guru-guru harus tetap meningkatkan wawasan, keterampilan dan kompetensinya. Terlebih lagi kondisi saat PPKM Darurat, menyebabkan Sekolah wajib sepenuhnya diselenggarakan secara Daring.
Intan menambahkan pembelajaran daring membutuhkan kiat-kiat dan cara-cara kreatif dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) agar dapat tetap siswa terlibat penuh dalam pembelajaran dan tetap berprestasi.
“Sehingga peningkatan kompetensi Guru harus tetap dilaksanakan. Universitas Mercubuana dalam hal ini Fakultas Psikologi berjanji mendukung terus kompetensi guru, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” katanya.
Tema yang diusung dalam pelatihan daring kali ini adalah “Peningkatan Kompetensi Pendidikan Karakter” Sub Tema yang diusung adalah: 1) Bagaimana mengarahkan siswa dalam memilih jurusan, disampaikan oleh Irma Himmatul Aliyyah, M.Psi. Psikolog 2) Bagaimana menjadi guru empatik, disampaikan oleh Dr. Setiawati Intan Savitri, 3) Mengajarkan Pendidikan Karakter di Dalam Kelas, disampaikan oleh Yenny M.Psi. Psikolog, 4) Mengajarkan kemandirian belajar pada anak,disampaikan oleh Melani Aprianti M.Psi. Psikolog serta 5) Mengenali dan mengatasi perilaku beresiko pada remaja disampaikan oleh Prahastia Kurnia Putri, M.Psi. Psikolog.
Kedua belah pihak berharap, kegiatan dapat berlangsung dengan langgeng dan lancar melalui kerjasama (MOA) yang ditanda-tangani dengan nomor 17/1094/SPK/VII/2021, dengan semangat terus memajukan kualitas pendidikan Indonesia.











