BEKASIMEDIA.COM – Ibu-ibu juga harus melek politik karena setiap kebijakan yang terkait dengan masyarakat, seperti harga bahan kebutuhan pokok naik, itu merupakan produk keputusan politik.
Anggota Komisi IV F-PKS DPRD Provinsi Jawa Barat H. Heri Koswara, M.A. dalam kesempatan Reses III menyampaikan pentingnya para ibu agar melek dan peduli politik.
“Betul kita harus melek politik. Kenyataannya, segala sesuatu kebijakan itu adalah keputusan politik. Jadi, jangan cuek dan tidak acuh terhadap politik,” ujar Heri Koswara kepada lebih dari 100 partisipan yang hadir lewat aplikasi rapat virtual.
Pencerahan terhadap politik, menurut Heri, salah satunya dapat dilakukan lewat ceramah-ceramah di majelis taklim.
“Kepada ibu-ibu majelis taklim, kita bisa memberikan pencerahan secara bertahap mengenai pentingnya melek politik,” tambah Heri.
Dalam kesempatan itu, Heri menjelaskan tahapan kerja anggota dewan dan capaian-capaian yang dihasilkan oleh anggota dewan dari PKS, baik di tingkat kota, maupun provinsi.
“Salah satu fungsi anggota dewan adalah menyusun perda, capaian kinerjanya diukur dari berapa perda atau undang-undang yang dihasilkan dalam setahun,” kata Heri yang menjadi anggota DPRD Kota Bekasi sejak tahun 2004.
Salah satu perda yang merupakan capaian dari anggota fraksi dari PKS, menurut Heri, yaitu perda Penyelenggaraan Pendidikan di Kota Bekasi, di antara isinya adalah penggunaan celana panjang sebagai seragam anak laki-laki untuk tingkat SMP.
Meskipun dalam tingkat nasional, peraturan tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah tersebut baru dituangkan dalam Permendikbud 45 tahun 2014.
Di lain pihak, menanggapi pertanyaan peserta mengenai dampak sosial dari pembangunan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Heri yang juga duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat yang menangani infrastruktur itu menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengadvokasi warga mengenai hal itu.
“Kami beberapa waktu lalu mengunjungi Tambun. Warga di sana mengeluh karena pembangunan tiang-tiang penyangga besar untuk KCIC ternyata menyebabkan jalur air tersumbat. Akibatnya sungguh memalukan, yaitu banjirnya jalan tol di km 19,” ungkap Heri.
Selain itu, ada pula persoalan jalan rusak akibat dilalui truk-truk yang lalu-lalang dalam pembangunan proyek tersebut di Kabupaten Bandung Barat.
“Saya dan tim berupaya untuk menjembatani warga kepada pihak terkait sehingga segala persoalan dan dampak sosial yang terjadi akibat proyek KCIC dapat segera teratasi,” tambahnya.
Heri Koswara digadang-gadang sebagai calon walikota Bekasi dari PKS. Sebagai kader partai, ia tidak pernah mengejar jabatan, tapi jika diamanahi, ia harus siap.
Ia juga tengah merancang strategi bagaimana dapat berkontribusi dalam menangani 3 isu utama di Kota Bekasi, yaitu masalah banjir, sampah, dan juga kemacetan.[*]











