Selasa, September 21, 2021
Beranda Gaya Hidup Ari Ginanjar : Hadapi Covid-19 dengan Puncak Energi 700+

Ari Ginanjar : Hadapi Covid-19 dengan Puncak Energi 700+

Sebuah pesan dari Ari Ginanjar Agustian, seorang motivator Indonesia yang tidak luput dari serangan Covid-19, khusus yang sedang isoman, agar menghadapi Covid 19 dengan puncak energi 700+, berikut pesan penuh renungan penyemangat nya :

Saya Ari Ginanjar penyintas Covid 19, saya akan mulai dengan sebuah kisah, yaitu Ibnu Sina yang membuat sebuah percobaan 2 ekor kambing dan 1 ekor serigala. Masing-masing terpisah dalam satu kandang, satu ekor kambing tidak bisa melihat serigala, dan satu ekor kambing lainnya melihat serigala dan serigala itu berada dalam kandang sehingga tidak bisa menyerang kambing-kambing tersebut.

Apa yang terjadi beberapa waktu kemudian kambing yang tidak melihat serigala itu tetap hidup, tetapi kambing yang melihat serigala itu mati. Padahal ia tidak diterkam hanya melihat serigala itu saja.

Apa kesimpulannya, bahwa sesungguhnya yang berbahaya itu bukan hanya Covid nya, bukan juga hanya komorbidnya atau penyakit bawaan. Namun satu hal yang ingin saya sampaikan disini dari kesimpulan hasil riset Ibnu Sina, adalah ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan, dan kesimpulan kedua bahwa pikiran tenang itu bisa menyehatkan.

Kita harus tahu bahwa pikiran adalah energi yang memiliki gelombang, dan juga pikiran itu adalah energi yang tidak kasat mata. Oleh karena itu kita harus faham seperti apa cara kerja energi yang ada pada pikiran kita, supaya kita tidak mati seperti domba yang melihat serigala, padahal sesungguhnya serigala itu tidak melakukan apa-apa.

Sekarang saya ingin sampaikan hasil riset yang dilakukan oleh dr. David Hawkins ( sumber buku “POWER VS FORCE”) mudah-mudahan bisa membantu menjelaskan yang pertama ketika kita terkena Covid.

1. Level energi 20, Malu/Aib dengan Emosi Kehinaan.

Biasanya kita akan terdikriminasi pada saat itu yang ada adalah rasa malu. Jangankan teman, keluarga, sahabat mereka tidak akan berani datang, bahkan suami, istri dan anak pun menjauh.

Pada kondisi seperti ini Anda berada pada level energi 20. Energi inilah energi yang paling rendah yang paling berbahaya. Jadi kalau kita berada pada posisi itu, di mana kita merasa malu, maka kita merasa kehilangan harga diri dan itu adalah hukuman mati yang jaman dulu diberikan, mengusir orang dari kampung, dan itu yang sangat berbahaya sekali.

2. Level energi 30, Bersalah dengan Emosi Menyalahkan.

yang kedua adalah rasa bersalah, ini juga energi negatif yang sangat berbahaya, berada pada level 30. Pada saat ini terjadi kita sudah mulai menyalahkan diri sendiri, dan itu yang membuat penyakit bertambah.

3. Level energi 50, Apatis dengan emosi putus asa.

Dimana kita merasa apatis, merasa tidak punya harapan, merasa semua gelap gulita. Kita berada pada level kesedihan dan itu adalah 50 dan ini juga tidak kurang bahayanya, ketika level 20 atau malu, dan level 30 atau penyesalan.

4. Level energi 75, duka dengan emosi sesal.

ini adalah level di maa kita merasa bersalah, kita mulai berfikir kenapa kita makan di sana, kenapa saya kumpul di sana, seharusnya saya tidak lakukan ini, seharusnya ini tidak terjadi, ini adalah level duka, dan ini adalah sebuah level di mana kita, melihat apapun semuanya serba duka. Kemudian yang tidak kalah bahanya lagi apabila kita masuk di level 75 kesedihan, di mana, kamanapun kita memandang yang ada kesedihan. Ini adalah level pemakaman dalam kehidupan kita.

5. Level energi 100, ketakutan dengan emosi gelisah

Di mana kita merasa khawatir, di mana kita merasa tidak punya lagi harapan, dan pada saat kondisi seperti ini, kita tidak lagi memiliki harapan dalam kehidupan, oleh karena itu kita harus segera memindahkan energi kita. Menyebrang ke medan energi positif, yaitu 200 ( Level energi keberanian dengan emosi keteguhan) atau katakan 250 ( Level energi kenetralan dengan emosi percaya ), di mana Anda merasa Netral. Di situ Anda akan menerima keadaan di mana Anda terkena Covid, maka Anda sudah berada pada posisi yang disebut dengan High Energy, jadi kalau di bawah 200 itu sifatnya destruktif atau merusak, sedangkan di atas 200 maka levelnya adalah konstruktif yaitu membangun.

8. Level energi 310, Kerelaan dengan emosi Optimis

Setelah Anda memiliki netralitas, maka Anda juga satu tingkat lebih tinggai Anda punya kerelaan. Bukan hanya Anda ikhlas tetapi Anda berusaha untuk mengobati diri Anda, punya semangat. Kalau Anda sudah punya level ini, Anda coba naikkan lagi kepada level 350.

9. Level energi 350, menerima dengan emosi memaafkan

Dimana Anda bisa menerima dan bisa ikhlas apapun yang terjadi. Pada saat itu posisi otak Anda, medan energi pada otak Anda, berada posisi yang sangat baik yaitu 350.

10. Level energi 400, akal budi dengan emosi kepahaman

Tetapi kalau Anda bisa naik lagi satu lebel yaitu 400, dimana akal budi Anda dan logika Anda, secara logic saat itu bekerja. Ketakutan, kekhawatiran tidak lagi melanda, maka pada saat itu Anda sudah, bisa memeberikan hadiah Nobel pada diri Anda sendiri.

11. Level energi 500, cinta dengan emosi hormat

Dan apabila Anda masuk level 500 di sini yang saya terjadi, pengalaman saya di level 500, saya memandang tulisan ALLAH, cinta saya kepada ALLAH, dan kepada Nabi Muhammad SAW membuncah, tanpa sadar saya masuk ke dalam level 500. Inilah energi kebaikan.

12. Level energi 540, suka cita dengan emosi tenang

Lalu pada saat itulah saya merasakan ketenangan, ketenraman, saya masuk ke energi 540 sukacita bahagia. Meskipun tubuh saya terkena Covid, demam saya 38 dan bukan OTG, tap menengah dan berat.

13. Level energi 600, damai dengan emosi bahagia

Lalu saya masuk ke level berikutnya adalah damai. Di situ saya berdzikir dan Istighfar, saya menerima berdamai dengan Covid 19, pada saat itulah level saya 600.

14. Level energi 700+, pencerahan dengan emosi tak terlukiskan

Kemudian di puncaknya Alhamdulillah dengan segala kerendahan hati, saya berusaha masuk ke level 700 Enlighment, di situ saya melihat langit terang benderang. Saya merasakan cahaya kebahagiaan. Dan pada saat level tersebut terjadi, saya segera berwudhu, saya shalat malam, saya berdzikir membaca Qur’an, dan ketika itulah saya berada pada posisi High Energy.

Kalau itu sudah selesai, maka yang terakhir yang harus Anda lakukan, sekali lagi Anda kepalkan tangan, katakan dan ucapkan :

TERIMA KASIH YA ALLAH,
SAYA SUDAH SEHAT !!!

Dr. (HC). Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ Leadership Center.

(sumber : video dari akun Ary Ginanjar Agustian, Selasa, 29 Juni 2021)

RELATED ARTICLES

Most Popular