Selasa, Agustus 3, 2021
Beranda Berita Heri Koswara Dukung Penuh RUU Ketahanan Keluarga jadi Undang-undang

Heri Koswara Dukung Penuh RUU Ketahanan Keluarga jadi Undang-undang

BEKASIMEDIA.COM – Tanggal 07 Februari 2020, Rancangan Undang-undang (RUU) Ketahanan Keluarga digagas dan menjadi undang-undang. Menyambut Hari keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni mendatang, Rumah Keluarga Indonesia Kota Bekasi menyelenggarakan Talkshow bersama Wakil Ketua Fraksi-PKS, DPR-RI, Netty Prasetiyani, sebagai pembicara bersama Ketua DPD PKS Kota Bekasi, H. Heri Koswara, pada Sabtu (19/06/2021) secara online bertema “Bagaimana Nasib RUU Ketahanan Keluarga?”.

Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara menyatakan tema ini sangat krusial untuk dibahas sehingga menjelang HKN atau hari keluarga nasional, maka sangat tepat talkshow ini digelar agar keluarga Indonesia mengetahui bagaimana nasib RUU tersebut saat ini.

“RUU ini menjadi bagian penting karena mencoba mempertahankan eksistensi keluarga sebagai simbol terkecil di sebuah negara,” kata Heri.

Namun, kata Heri ada saja upaya untuk menghambat RUU ini agar tidak terlaksana.

“Orang yang tidak ingin negara kuat, tidak ingin adanya stabilitas negara, berusaha agar Undang-undang ini tidak muncul. Mereka berusaha menghambat, menghalau agar RUU ini tidak menjadi undang-undang,” ujar Heri.

Negara yang bukan mayoritas muslim saja, yang sekuler, kata Heri menghargai eksistensi keluarga dengan merayakan Family Day (Hari Keluarga). Seperti di Amerika, Australia dan lain-lain.

“Bahkan PBB menetapkan tanggal 15 Mei sebagai hari keluarga internasional,” lanjutnya. Artinya, kata Heri negara-negara di luar Indonesia pun menganggap penting institusi keluarga.

Maka ia berharap RUU Ketahanan Keluarga ini dengan segala dinamikanya di parlemen bisa tetap diperjuangkan menjadi undang-undang yang menata masyarakat, khususnya menata keluarga di Indonesia, mengingat fungsi keluarga sangat penting.

“Ada fungsi agama, ada fungsi sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, ada fungsi reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi lingkungan, yang semua itu akan mewujud manakala keutuhan keluarga yang dibangun sehat dan normal,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat.

Saat fungsi keluarga sudah terbangun dengan baik, maka negara yang merupakan kumpulan dari seluruh keluarga ini bisa menjadi negara yang kuat.

“Jadi ketika mendapat tantangan akan mudah menghadapinya,” lanjutnya.

Sekali lagi, Heri berharap dalam rangka menyambut HKN, RUU ini bisa menjadi undang-undang.

“Kita harap Bu Netty dan teman-teman di parlemen bisa terus mengawal ini, dan kita berharap keluarga-keluarga di Indonesia menjadi keluarga yang kuat dan mampu mengimplementasikan fungsi keluarga sebagaimana mestinya,” tukasnya.

Sementara itu Ketua RKI Kota Bekasi, Ii Marlina menuturkan bahwa ancaman dan tantangan terhadap keluarga senantiasa menghadang. Bahkan tingkat perceraian semakin meningkat.

“Dengan kondisi seperti ini, sepertinya makna keluarga pun tergerus dengan budaya hedonisme dan penggunaan teknologi yang tidak tepat,” ujarnya.

“Oleh karena itulah ketahanan keluarga menjadi sebuah perlindungan penting bagi keluarga di Indonesia,” tambahnya.

“Rumah Keluarga Indonesia Kota Bekasi dalam rangka Hari Keluarga Nasional mengadakan kajian tentang RUU Ketahanan Keluarga sebagai bukti kepedulian terhadap perlindungan keluarga di negeri ini, khususnya Kota Bekasi,” pungkas Ii Marlina. (Dea)

RELATED ARTICLES

Most Popular