BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 13 Jun 2021 17:24 WIB ·

Kopdar Bareng BOS Nusantara, Ketua DPRD: Masyarakat Harus Bijak Olah Sampah hingga Jadi Berkah


 Kopdar Bareng BOS Nusantara, Ketua DPRD: Masyarakat Harus Bijak Olah Sampah hingga Jadi Berkah Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman Joewono Putro, mengapresiasi kegiatan ‘Bijak Olah Sampah jadi Berkah’ Kopi Darat (Kopdar) BOS (Bijak Olah Sampah) Nusantara, Komunitas Peduli Pengelolaan Sampah di Aula Kantin Komplek Perumahan Kemensos, Jl. HM. Joyo Martono, Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (13/6/2021).

“Bijaklah mengelola sampah maka sampah akan menjadi barokah. Mudah-mudahan menjadi visi dari setiap orang, setiap pemimpin atau siapapun mereka, dengan setiap levelnya masing-masing, sehingga sampah harus lebih berkah dan menjadi instrumen berkesinambungannya lingkungan hidup kita,” Kata Chairoman yang saat itu hadir mengenakan jas dan blangkon khasnya.

Lelaki yang akrab disapa Bang Choi ini juga menyampaikan pengalamannya ketika menempuh pendidikan di Jepang, bahwa warga Jepang sangat disiplin dan sadar mengelola sampah. Dan ia berharap di Indonesia masyarakatnya juga bisa seperti itu.

“Di Jepang setiap hari pengelolaan sampah sudah definitif. Sampah apa yang boleh dibuang oleh rumah tangga, sampah dimasukkan ke dalam kantung yang berbeda warnanya, sehingga jika ada sampah yang tidak sesuai dengan peruntukannya maka akan diberikan Punishment (hukuman),” Kata Chairoman.

Sementara masyarakat kita saat ini, kata Chairoman sebagian besar belum bijak mengelola sampah. Masih banyak bahkan yang berpikir membuang sampah sembarangan, seadanya, misalnya masih belum bisa memilah sampah hasil rumah tangga, sehingga mengandalkan petugas sampah dari pemerintah yang mengangkut dan mengolahnya di TPST. Berbeda dengan di Jepang.

TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantar Gebang Kota Bekasi, sendiri kata Chairoman menjadi tempat pembuangan sampah terbesar di Asia Tenggara yang sering dijadikan objek penelitian oleh para ahli dan akademisi juga menjadi lab penelitian sampah terbesar.

Bijak Olah Sampah (BOS) Nusantara adalah Komunitas Peduli Pengelolaan Sampah yang akan mengintegrasikan Budidaya Maggot untuk pakan peternakan juga perikanan serta pertanian dan memanfaatkan sampah menjadi fungsi-fungsi daya guna lainnya untuk memajukan Ekonomi Kreatif rakyat serta bangsa Indonesia.

Acara KOPDAR (Kopi Darat) ini dihadiri oleh Erwin Alexander selaku Founder dan inisiator BOS, Gunawan selaku Perwakilan Balai Kemensos RI Bulak Kapal Bekasi Timur juga puluhan pemerhati pengolahan sampah dari berbagai daerah, kemudian mengangkat Chairoman sebagai Dewan Penasihat Bijak Olah Sampah (BOS) Nusantara. (ADV)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru