Selasa, Juni 22, 2021
Beranda Berita Ketua DPRD Harap Komunitas Mobil Punya Peran Signifikan Dalam Pembangunan di Kota...

Ketua DPRD Harap Komunitas Mobil Punya Peran Signifikan Dalam Pembangunan di Kota Bekasi

BEKASIMEDIA.COM – Komunitas otomotif Sigra Calya Owners Community Indonesia (SCOCI) Chapter Bekasi Patriot mendatangi Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (3/5/2021) siang. Menurut ketua SCOCI Chapter Bekasi Patriot, Agung Cahyana
kedatangan SCOCI ke gedung wakil rakyat tersebut untuk melakukan audiensi kepada ketua DPRD Kota Bekasi terkait peran masyarakat sipil dalam pembangunan di kota Bekasi agar dapat lebih dirasakan.

“SCOCI berharap bisa menjadi duta atau perwakilan yang bisa bersinergi dengan bagian pemerintah kota Bekasi yang positif seperti kampanye anti narkoba dan mendukung gerakan donor darah secara sukarela. Selain itu juga ikut mengkampanyekan displin dalam berlalu lintas di jalan,” ujar Agung kepada bekasimedia.com.

Di Kota Bekasi anggota SCOCI saat ini sudah mencapai 45 orang yang didirikan pada November akhir tahun 2020.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman Joewono Putro menyatakan SCOCI merupakan salah satu dari komunitas berbasis hobi terhadap mobil. Di kota Bekasi sudah ada 120 komunitas mobil, “Artinya jika saja komunitas ini memiliki anggota masing masing 50 anggota maka hampir 6000-an orang, mereka memiliki kelebihan modal sosial dan loyalitas serta solidaritas yang tinggi sesama komunitas,” kata Chairoman.

Arahan kebijakan dari pemerintah kota Bekasi agar bisa memfasilitasi peran mereka sehingga bisa diarahkan untuk membantu penumbuhan budaya save driving mengendara secara sehat dan aman, budaya berlalu lintas yang baik bahkan dikembangkan ke aksi aksi kemanusiaan.

Sering kali komunitas ini tampil memberikan bantuan pada saat bencana, bantuan untuk anak yatim, kadang beasiswa pendidikan, donor darah. Mengarahkan mereka kepada aktivitas yang selama ini masih kosong dari peran pemerintah daerah itu bisa dilakukan termasuk penanganan narkoba.

Di Kota Bekasi, kata Chairoman, belum adanya BNN, seharusnya susah hadir menggantikan BNK yang pernah dibubarkan karena adanya payung hukum baru dengan munculnya BN tingkat kota.

“Kita sudah menyampaikan ke Kapolres bahwa dengan tidak adanya BNN kota Bekasi menyebabkan gerakan yang masif untuk menanggulangi, mengantisipasi hingga sosialisasi promosi anti narkoba masih sangat lemah,” tambah Chairoman.

Angka kriminalitas selalu mondominasi hingga 70 persen. Angka batas di kota Bekasi baik dalam ranah di kepolisian maupun kasus yang masuk di gugatan di pengadilan dari kejaksaan narkoba masih mendominasi, sementara kriminalitas ternyata ada perubahan pola di mana curanmor semakin sedikit dan yang paling banyak saat ini kriminalitas berbasis ekonomi digital, penipuan, leasing ini termasuk permasalahan di kota Bekasi yang bisa dibantu perannya oleh komunitas mobil bahkan tidak hanya berbasis mobil, sehingga peran masyarakat sipil dalam pembangunan di kota Bekasi semakin signifikan. (Denis)

RELATED ARTICLES

Most Popular