BEKASIMEDIA.COM – Anggota komisi 4 DPRD Kota Bekasi Dariyanto mendatangi kantor Dinas Sosial Kota Bekasi, pada Jumat (16/4/2021). Kedatangan Komisi 4 ke kantor Dinsos guna mempertanyakan persoalan data penerima bantuan BST Kemensos.
Usai kegiatan, Dariyanto menyatakan, sedang ada perbaikan data di Kemensos, supaya tidak tumpang tindih antara para penerima bantuan BST dengan yang lainnya.
Setelah mengonfirmasi pihak dinas sosial, ia menyatakan update data dilakukan setiap hari, hanya, finalisasinya akan ada setelah 6 bulan untuk kemudian diunggah ke website Kemensos.
“Jadi biar ada perbaikan data aja,” katanya.
Sebelumnya menurut informasi dari warga Kota Baru, banyak PKH yang mengeluh karena dana bantuan belum juga dicairkan. Punya kartu tapi nol saldo.
Sementara itu, di Kota Baru, Bekasi Barat, jumlah penerimaan bantuan BST Kemensos dikatakan menurun signifikan hingga 40 persen. Hal ini diungkapkan lurah kota baru, Suryadi saat dihubungi wartawan pada Jumat (16/4/2021).
“Ya, ada pengurangan, dengan berbagai alasan pihak kementerian yang punya kebijakan, katanya ada data NIK yang belum valid lalu ada penerima bantuan lainnya. Untuk tahap tiga dan empat kami mengajukan sama dengan data tahap satu dan dua, tetapi ternyata di kementerian ada verifikasi ulang,” ungkap Suryadi.
Di tahap ini penyaluran diberikan kepada 2600 KPM, sementara di dua tahap sebelumnya, aku Suryadi dibagikan kepada 3200 KPM, jadi ada penurunan sangat drastis.
Ditambahkan Suryadi, penyaluran ini masih seperti sebelumnya yakni setiap KPM menerima sebesar Rp 300 ribu, artinya di tahap ini dikarenakan penyaluran langsung dua tahap sehingga setiap KPM mendapatkan total sebesar Rp 600 ribu.
“Bagi KPM yang di tahap ini hilang, atau tidak terdata, kami akan berkoordinasi dengan semua pihak, tapi berharap akan ada susulan bagi KPM yang tidak terdata di hari ini,” harapnya.
(Denis)











