fbpx

Politisi PPP: Pembangunan Polder Bekasi Barat Penting untuk Atasi Banjir

BEKASIMEDIA.COM – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kota Bekasi Muhammad Said menyatakan dirinya sangat mengapresiasi program pembangunan polder Bekasi Barat untuk menanggulangi persoalan banjir yang setiap tahun menjadi langganan banjir masuk dalam draft realisasi APBD tahun anggaran 2020-2021.

“Alhamdulillah tahun 2020-2021 ini sudah masuk realisasi di draft APBD bahwa program pembangunan polder yang sempat terkendala ini dilanjutkan oleh Rahmat Effendi,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Senin, (22/2/2021)

Tokoh masyarakat yang juga sebagai Bendahara Umum DPW PPP Provinsi Jawa Barat ini mengakui program pembangunan polder ini pernah digagas di tahun 2008-2009 lalu saat ia masih menjabat anggota komisi 2 DPRD kota Bekasi.

“Ini program dahulu, tapi kami terus lanjut perjuangkan aspirasinya, makanya 2008-2009 masih dalam pembahasan,” imbuhnya.

Ia melanjutkan hal tersebut masuk dalam pembahasan APBD tahun 2008-2009. “Setelah disepakati lalu disurvei dan waktu itu sudah ketemu antara pihak kelurahan, Pak Sekda sebagai perwakilan pemerintah dan Mochtar Muhamad sehingga deal harga, cuma persoalannya gak deal harga waktu itu pemerintah minta 3 kali bayar APBD sedangkan pemilik tanah minta 2 kali bayar APBD, di situlah tidak ketemunya sampai dengan berikutnya dalam artian tidak lagi menjadi pembahasan dalam APBD,” katanya.

Ia menegaskan Polder ini penting dan sangat dibutuhkan karena menjadi salah satu solusi penanganan banjir.

“Jika dikatakan polder ini kebutuhan saya katakan sangat butuh polder tersebut untuk menangani persoalan banjir khususnya di Bekasi Barat yakni Kranji, Kota Baru dan Jakasampurna, nah inilah tujuan dasarnya,” sambungnya.

Hasil Musrenbang tentang pembuatan polder di kelurahan Kranji RW 10, kata Said sudah ada di pembahasan tahun 2008-2009. Saat itu yang menjabat wali kota adalah Mochtar Mohamad, Rahmat Effendi sebagai wakil wali kota dan Tjandra Utama sebagai Sekda.

“Waktu itu Pemkot mencari 2 lahan di daerah Bekasi Barat. Lahan pertama untuk pembuatan lapangan sepakbola kecamatan Bekasi Barat karena saat itu Persipasi sedang maju-majunya dan sesuai dengan program pemerintah daerah agar setiap kecamatan punya lapangan sepakbola. Kedua, saat itu saya masih menjabat dewan bahwa kita sangat paham di Duta Kranji ini banjir sejak zaman dulu berdirinya. Duta Kranji, Kota Baru dan sekitarnya saya mengusulkan dibangun polder, saya tawarkan polder itu lahannya di RW 10 kebetulan lahannya juga cukup besar punya haji Warko,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Agus Harpa mengatakan sebanyak 13 titik banjir berdampak terhadap 1340 KK di kecamatan Bekasi Barat. Bencana banjir juga mengakibatkan 1 orang hanyut terbawa arus kali Cakung.

BPBD juga mengklaim hari ini banjir di kota Bekasi sudah surut. Namun ia mengimbau kepada warga agar tetap berhati-hati dan tetap mengantisipasi banjir dalam sepekan ke depan.

“Antisipasi dalam sepekan ke depan karena dimungkinkan terjadi hujan deras di wilayah Jabodetabek, waspada untuk masyarakat kota bekasi,” ujar Agus lewat sambungan telepon selulernya. (Denis)