fbpx

Pedagang Daging Cikarang Lakukan Aksi Mogok Dagang

Kabupaten Bekasi – Ratusan pedagang daging dan ayam potong yang berada di Pasar Cikarang melakukan aksi mogok dagang selama tiga hari. Aksi dilakukan karena harga daging lokal dan impor semakin tinggi harganya, serta pedagang ayam potong dari peternak yang berada di Jawa tengah dan Jawa timur.

Dengan membentangkan poster di tempat usaha, para pedagang daging lokal dan impor serta pedagang ayam potong, di pasar Cikarang melakukan aksinya. Para pedagang mengatakan awalnya harga daging lokal hanya 110 ribu dari peternak, dijual mencapai 125 ribu perkilogramnya. Selain itu harga daging impor yang awalnya hanya Rp 70 ribu melonjak menjadi 80 ribu perkilo gramnya, sedangkan harga ayam potong yang biasanya hanya 28 ribu perkilo gram melonjak dari peternak mencapai 40 ribu perkilo gramnya.

“Mewakili pedagang daging lokal dan impor sekabupaten Bekasi, kami kompak hari ini mogok berdagang selama tiga hari, ini kami lakukan karena semakin tingginya harga daging lokal dan impor dari peternak dari Jawa tengah dan Jawa timur,” ujar Kardimin (56) salah seorang pedagang daging (19/1/2021).

“Dengan aksi mogok yang kami lakukan, kami berharap aksi kami dapat didengar Pak Presiden Joko Widodo, agar dapat mendengar aksi yang kami lakukan, dengan harapan ada operasi pasar untuk menstabilkan harga daging lokal dan impor maupun harga ayam potong,” lanjut Kardimin.

Sementara itu pengusaha bakso, Bambang Prayitno (45), yang hendak membeli daging untuk dibuat olahan bakso, sempat terkejut dengan tidak adanya aktivitas dagang dari para pedagang daging. Meski demikian ia sangat mendukung apa yang dilakukan para pedagang, walaupun pasti akan berimbas pula pada usahanya berjualan bakso.

“Tentunya kami akan terkena imbas dengan mogoknya pedagang daging, karena kami tentunya esok tidak akan dapat berjualan bakso, karena daging yang kami butuhkan tidak ada di pasaran, akibat mogoknya para pedagang daging di seluruh kabupaten Bekasi,” ujar Bambang.

“Kerugian tentu akan berdampak bagi para pedagang bakso khususnya yang berada di kabupaten Bekasi, dengan jumlah pedagang yang mencapai ribuan pedagang, yang tentunya para pedagang bakso yang tergabung dalam usaha mikro kecil menengah atau UMKM akan merugi hingga milyaran rupiah,” lanjut Bambang.

Para pedagang daging dan pengusaha bakso berharap aksi yang dilakukan tidak berlarut larut serta segera ada solusi.

“Kami mewakili pedagang bakso berharap secepatnya presiden Jokowi untuk memerintah menteri terkait melakukan operasi pasar, karena para pedagang bakso akan sangat terasa dampaknya terlebih di masa pandemi covid 19 saat ini,” pungkas Bambang. (*)