fbpx

Berbenah Rumah Bikin Stres? Ini Tipsnya!

Sebagian besar orang terutama kaum wanita menilai kegiatan berbenah merupakan kegiatan yang tidak ada habisnya. Selesai merapikan kamar, cucian sudah menunggu, cucian beres, gosokan melambai-lambai minta diperhatikan. Belum lagi cucian piring yang mulai bersaing tingginya dengan gunung Merapi. “Ah bosen, kerjaan rumah tidak ada habisnya,” keluh para ibu.

Ternyata berbenah itu ada ilmunya, tidak hanya sekedar berbenah saja. Banyak buku yang mengajarkan seni berbenah. Yang paling banyak dibahas yaitu metode dari Negeri Sakura yaitu Konmari Method.

Metode Konmari ini diambil dari nama pendirinya yaitu Marie Kondo. Marie memaparkan dalam bukunya “The Life Changing Magic of Tidying Up” bahwa berbenah tidak harus dikerjakan setiap hari. Biasanya dilakukan setiap 6 bulan sekali yang disebut Tidying Festival. Dimana saat moment tersebut berbenah dilakukan besar-besaran sehingga semuanya beres dalam satu waktu. Sehingga tidak adalagi keluhan harus berbenah setiap hari. Cukup 1-2 kali dalam setahun selebihnya hanya meletakkan barang pada tempatnya.

Seperti apa Konmari Method? Metode ini banyak dibahas di media sosial dan youtube, bahkan beliau membuka pelatihannya secara online.

Intinya Konmari Method mengajar agar kita hanya dikelilingi oleh barang yang membuat kita merasa spark joy atau bahagia. Lalu dikemanakan barang-barang lainnya? Jika barang itu masih kita gunakan, kita dapatkan membuat wadah yang cantik atau menghias barang tersebut agar menjadi enak dipandang. Jika barang tersebut tidak dibutuhkan lagi, seperti baju atau peralatan dapur, bisa kita berikan ke orang lain atau kita jual.

Sejalan dengan Marie Kondo, Fumio Sasaki pun mencetuskan gaya hidup minimalis yaitu hidup dengan hanya sedikit barang. Bagaimana jika suatu saat kita membutuhkan barang-barang dalam jumlah banyak? Kita dapat meminjam atau menyewanya sementara waktu. Sehingga waktu kita tidak habis untuk membereskan barang yang banyak. Karena semakin banyak barang semakin kita membutuhkan ruangan yang besar dan waktu yang lama untuk membereskannya. Sedangkan ruangan dengan peralatan yang seminim mungkin membuat kita mudah menemukan barang-barang yang kita butuhkan sehingga kita masih memiliki banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Di Indonesia sendiri muncul metode berbenah yaitu Gemar Rapi dimana berbenah dilakukan dengan menyenangkan dan menyeluruh sehingga tidak hanya rumah yang bersih dan rapi namun juga pikiran kita menjadi lebih rileks dan minim stress. Metode Gemar Rapi ini hampir-hampir mirip dengan metode Konmari namun lebih disesuaikan dengan kultur bangsa Indonesia. Metode ini tidak mengajarkan berbagai jenis lipat, kita bisa melipat baju sesuai dengan keinginan kita. Metode Gemar Rapi mengajarkan bagaimana kita memenej diri, jiwa dan pikiran kita agar senantiasa positif dalam memandang sesuatu. Gemar Rapi juga mengajarkan tentang zero waste. Hal ini dikarenakan sampah rumah tangga merupakan sampah yang tiada habisnya. Gemar Rapi juga mengajarkan tentang gaya hidup sehat, bagaimana cara memanfaatkan sampah-sampah sampai bagaimana cara membuat eco brick yang baik.

Ternyata berbenah tidak akan membuat kita stres ketika kita mengetahui ilmu, yaitu memiliki sedikit barang, hanya dengan barang-barang yang memiliki rasa spark joy, setiap barang memiliki wadah sehingga memudahkan kita ketika mencari serta jangan lupa selama kita berbenah kita meniatkan apa yang kita lakukan ini merupakan ladang pahala bagi kita. Jadi, berbenah itu ternyata cepat dan menyenangkan bukan?

Penulis: Virni,
Pramuda FLP Bekasi, seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar menulis agar bisa menyalurkan 20rb kata setiap harinya. Senang membaca terutama yang berhubungan dengan parenting.

Foto: pixabay