fbpx

Al-Kausar Boarding School Sumbang 100 Paket Perlengkapan Dapur untuk Korban Banjir Sukabumi

BEKASIMEDIA.COM – Lembaga pendidikan Al-Kausar Boarding School, Sukabumi bekerjasama dengan Rumah Zakat menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir di Cicurug, Sukabumi. Bantuan yang diberikan berupa sembako, pakaian layak pakai dan 100 paket Perlengkapan dapur.

Headmaster Al-Kausar Boarding School, Supriyatin menyatakan aksi penggalangan dana untuk korban banjir dilakukan oleh para siswa melalui lembaga OSIS. Total dana untuk donasi yang terkumpul sebanyak 21,5 juta rupiah.

“Jadi kan kalau di kami di Al Kausar Boarding School selalu ada aksi kepedulian. Dimotori oleh OSIS berkolaborasi dengan siswa untuk menggalang kepedulian pada setiap bencana. Waktu di Palu, Cisolok juga sama. Ini program anak-anak untuk melatih kepedulian,” kata Supriyatin Senin (28/9/2020).

Hal ini kata Supriyatin sesuai tagline Al-Kausar Boarding School yakni School of Future Leader di mana salah satu karakter pemimpin adalah peduli.

“Bahkan kalau kondisi tidak pandemi, kita pengen bawa langsung anak-anak keluar. Tapi karena pandemi, anak-anak cuma menggalang bantuan kemudian kami bekerjasama dengan rumah zakat untuk penyalurannya,” jelasnya.

Penggalangan dana sendiri dilakukan dengan berbagai cara, sebagian dana diambil dari uang kas OSIS, ada juga keuntungan dari event-event besar di Al-Kausar serta para siswa berkeliling menyebar kotak amal kepada seluruh warga sekolah.

Sementara untuk respons orang tua siswa, Supriyatin menyatakan cukup antusias sehingga donasi tahap kedua kembali dibuka.

Selain sembako, pakaian layak pakai dan seperangkat alat dapur, Al Kausar juga menyumbang untuk proses Pipanisasi Air Bersih di Cicurug.

Sementara itu, ketua RT di Kuta Jaya, Cicurug, Ramli, yang langsung menerima bantuan dari Al Kausar menyatakan ungkapan terima kasih kepada para donatur.

“Tahap pertama sembako untuk 75 KK di RW 06, nanti tahap kedua kompor gas sama peralatan dapur nanti kita salurkan. 70 set. Insya Allah nanti ada tahap-tahap berikutnya,” kata Ramli.

Kepada Bekasimedia, Ramli juga sempat menceritakan kronologi peristiwa banjir bandang pada Senin (21/9/2020).

“Banjir pertama kronologinya waktu itu terjadi sekitar jam 3 sore. Hujannya biasa saja. Hujan deras itu jam 4/5 sore plus petir dan angin. Sekitar jam 5 lewat air meluap. Datangnya air tuh cepat beserta sampah kayu dari sungai Citaman,” kata Ramli.

Saat itu, kata Ramli, warga sudah di luar karena panik dan saat air meluap warga langsung menyelamatkan diri.
“Saya juga imbau warga buat keluar. Tapi ada orang tua sama anaknya yang masih ada di dalam rumah. Kasurnya naik, mungkin karena panik, gak bisa keluar dia naik ke genteng, naik ke tingkat dua rumahnya. Terus sama warga dikasih tangga dan merangkak selamat. Ada juga
Hj.isril tertinggal tapi tertolong karena ditarik pakai tambang dari air,” kata Ramli kemudian.

Berdasarkan pendataan, kata Ramli tidak ada korban jiwa di wilayahnya. Sementara proses evakuasi saat itu dilakukan malam hari dalam kondisi mati listrik. Kondisinya cukup mengerikan karena rumah-rumah beberapa rusak dan mobil beberapa juga ikut hanyut.

Ia mengatakan, masa tanggap darurat akan dicabut, jadi warga harus bersiap membersihkan sisa-sisa banjir bandang.

“Saya sampaikan terima kasih atas segala bantuannya kepada semua donatur. Saya mengapresiasi semua donatur, baik dari relawan dan pemerintah,” pungkasnya. (Denis)

%d blogger menyukai ini: