fbpx

Mahasiswa LSPR: E-Learning Cara Belajar yang Seru

BEKASIMEDIA.COM – Adi warsono, mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) menilai E-Learning adalah cara belajar yang seru dan mahasiswa E-Learning adalah mahasiswa yang siap belajar lebih mandiri.

“Di setiap session akan ada tugas, ketemu ada kesempatan ketemu dosen setiap dua minggu sekali. Dengan e-learning kita menjadi mahasiswa, tidak disuapin,” ujarnya kepada Bekasimedia, Sabtu (12/9/2020).

Adi menjelaskan, belajar secara e-learning Persemester ada 16 session, UTS session 8 dan final session 16. Per session ada pre quiz , materi, tugas dan post quiz.

“kebayang, kan, 8 mata kuliah kita disuruh belajar modul, diskusi, tes lagi, tiap minggu.
kalau kata orang kuliah e learning enak suruh sini ketemu kita,” tambahnya.

Adi menyatakan belajar dengan cara apa pun perlu komitmen. Saat e-learning, untuk permata kuliahnya, menghabiskan waktu 2 sampe 4 jam sehari.

“Nah dari situ apa bisa dibilang kuliah e-learning gampang? Kita harus rajin cari sumber-sumber baru, supaya makin ngerti dengan pelajaran,” jelasnya.

Sebagai contoh ada satu mata kuliah, ketika UTS diminta membuat pidato minimal seribu kata dengan bahan yang dikirim sama dosen. Selama 7 session Adi dan kawan-kawan mahasiswa lain diajarkan cara membuat pidato yang baik dan saat final test diminta membuat video untuk mempraktekan public speaking.

“Perminggu itu tutor bakal menilai. Jadi e-learning tidak segampang yang orang bilang. Komitmen kita buat e-learning itu gak bercanda. Kalau untuk magang tidak terlalu sulit karena 95 % dari mahasiswa sudah bekerja,” tambahanya.

Sementara itu, dosen yang mengajar kebanyakan praktisi. Melalui modul presentasi dan video, mahasiswa mengenal para dosen secara tidak langsung. “Dan pas kita live session kita bisa tuker pikiran dan sharing apa aja bahan-bahan yang kita nggak ngerti,” imbuhnya.

Kendati demikian, fungsi kampus tetap ada meskipun cara belajar e-learning.

“Fungsi kampus tetap ada. Kan kampus menyediakan sistem, KRS, dosen-dosen, silabus; bahan-bahan kuliah seperti layaknya kampus regular. e-learning hanya sebuah cara belajar,” ujarnya.

Ari menegaskan e-learning ini merupakan solusi cara belajar dan yang penting komitmen dari mahasiswa.

“Kalau online e-learning sebuah universitas baru agak sulit terbangun kepercayaan.
Tapi karena ini adalah LSPR, orang sudah tahu karena sudah terbukti. Saya selama satu tahun belajar kemampuan saya semakin terasah. Ilmu praktisi. Buat saya ini solusi buat orang yang mau kuliah. Yang penting komitmen,” tukasnya.

Kepada para mahasiswa baru dan calon mahasiswa, Adi menyatakan tujuan kuliah untuk apa harus jelas, kedua, komitmen, kedua harus siap dengan tantangan dan keempat harus mau merendahkan hati mendengarkan guru

“Kuncinya sih tujuan dan komitmen,” pungkasnya. (denis)

%d blogger menyukai ini: