fbpx

Pemkot Bekasi Gelar Role Model Satuan Pendidikan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka dengan Prosedur Covid19

BEKASIMEDIA.COM – Senin (3/8/2020) Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan menggelar role model simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa adaptasi normal baru untuk tingkat SD SMP tahun ajaran baru 2020/2021. Role model ini merupakan awal kegiatan belajar tatap muka di beberapa sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Simulasi role model pembelajaran tatap muka tidak bersifat menggantikan pembelajaran daring/belajar dari rumah (BDR), sebagaimana diarahkan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.

Pada hakikatnya, setiap siswa di Kota Bekasi tetap melakukan BDR, mereka hanya 1 (satu) kali sampai 2 (dua) kali saja mendapatkan pengalaman simulasi role model pembelajaran tatap muka dalam 1 (satu) bulan. Simulasi pembelajaran tatap muka yang diakukan terbatas untuk 3 (tiga) rombongan belajar per hari, pada satuan pendidikan yang menjadi role model.

Pelaksanaan role model simulasi pembelajaran tatap muka merujuk protokol kesehatan sebagaimana diatur dengan Keputusan Bersama Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang selanjutnya disebut Keputusan Bersama 4 Menteri.

Dalam role model pembelajaran tatap muka ini, ada 8 (delapan) perilaku dan kegiatan utama, yang harus diterapkan
secara disiplin oleh satuan pendidikan sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu:

1. Perilaku warga satuan pendidikan masuk ke pintu gerbang
sekolah;

2. Perilaku peserta didik memasuki ruangan kelas;

3. Kegiatan pendidik memulai simulasi pembelajaran tatap muka;

4. Kegiatan peserta didik dan pendidik dalam proses simulasi pembelajaran tatap muka;

5. Kegiatan pendidik dalam menutup simulasi pembelajaran tatap
muka;

6. Perilaku peserta didik selama jeda waktu antar mata pelajaran
(termasuk istirahat);

7. Perilaku peserta didik keluar ruang kelas setelah simulasi pembelajaran tatap muka berakhir; dan

8. Perilaku peserta didik keluar gerbang satuan pendidikan.

Tujuan diselenggarakannya Role Model Satuan Pendidikan dalam Simulasi Pembelajaran Tatap Muka adalah:

1. Mendapatkan pengalaman dalam praktik pengelolaan dan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka sesuai dengan Keputusan Bersama 4 Menteri, bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik;

2. Mendapatkan visualisasi (video) secara lengkap perilaku warga satuan pendidikan dari mulai masuk ke pintu gerbang satuan pendidikan, masuk ke ruangan kelas, memulai pembelajaran,
proses pembelajaran, menutup pembelajaran, jeda waktu antar
mata pelajaran, keluar kelas, dan keluar lingkungan satuan pendidikan;

3. Melatih perilaku pembelajaran tatap muka, pelayanan, dan pengelolaan lingkungan satuan pendidikan sesuai dengan Keputusan Bersama 4 Menteri, hingga diperolehnya legitimasi status zona dan waktu pemberlakuan Masa Transisi Bulan September 2020 (untuk Jenjang Pendidikan Dasar).

Visualisasi secara lengkap perilaku warga sekolah dari mulai masuk ke pintu gerbang satuan pendidikan, masuk ke ruangan kelas, memulai pembelajaran, proses pembelajaran, menutup pembelajaran, jeda waktu antar mata pelajaran, keluar kelas, keluar lingkungan satuan pendidikan, dijadikan sampel video didesiminasikan untuk sekolah lainnya, untuk memotivasi kesiapan satuan pendidikan dan upaya warga satuan pendidikan.

Dalam simulasi pembelajaran tatap muka akan menjadi benchmarking bagi kesiapan satuan pendidikan lainnya.
Waktu simulasi pembelajaran tatap muka dilakukan 3 s.d. 28 Agustus 2020, selama 4 (empat) minggu. Arahan atau rujukan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetap diperhatikan dalam pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka secara efektif. Untuk sementara diarahkan hanya 6 (enam)
satuan pendidikan saja di bawah kewenangan Dinas Pendidikan yang menjadi role model dalam simulasi pembelajaran tatap muka, yaitu:

(1) SMP Negeri 2 Kota Bekasi;

(2) SMP Victory;

(3) SMP Nassa;

(4) SD Negeri Pekayonjaya VI;

(5) SD Negeri Jaticempaka VI; dan

(6) SD Al Azhar VI.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi sesuai dengan kewenangannya masing- masing terhadap satuan pendidikan bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bekasi, bertanggung jawab:

1. memastikan efektivitas simulasi pembelajaran tatap muka yang dilakukan oleh satuan pendidikan yang dijadikan role model; dan

2. menghentikan simulasi pembelajaran tatap muka yang dilakukan oleh satuan pendidikan yang dijadikan role model
apabila terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tidak sesuai dengan prosedur operasi standar.

(HUMAS PEMKOT BEKASI)

%d blogger menyukai ini: