fbpx

Memaknai Ibadah Kurban Idul Adha 1441 H, Anggota F-PKS Kota Bekasi Ajak Masyarakat Berbagi dan Peduli

BEKASIMEDIA.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi, dari Fraksi PKS, Syaifudin mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk bisa mengambil makna dari perintah kurban pada hari raya Idul Adha 1441 H kali ini dengan menumbuhkan rasa saling peduli dan berbagi kepada sesama.

“Pada momen Idul Adha tahun 1441H ini , mari kita pupuk dan tumbuhkan semangat saling peduli dan berbagi kepada sesama manusia. Apalagi saat ini kondisi wabah Covid-19 masih belum mereda, dan dampak ekonominya sangat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” kata Syaifudin, saat ditanyai pewarta di Margamulya, Bekasi Utara, Jumat (31/07/2020).

Mengambil makna Idul Adha 1441H saat ini, kata Syaifuddin, janganlah melihatnya dari jumlah hewan kurban atau ukuran hewan kurban yang disedekahkan, tetapi pada semangat untuk ikhlas, saling berbagi dan saling peduli. Ini yang harus terus menjadi budaya di tengah – tengah masyarakat .

“Jika ini bisa ditumbuhkan dan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, maka dalam situasi-situasi sulit seperti saat pandemi Covid ini, segala urusan kehidupan yang terasa berat dan sulit akan lebih mudah dan ringan untuk dijalani,” tegasnya.

Syaifudin mengatakan, meskipun dirinya melaksanakan ibadah kurban di beberapa lokasi, tetapi yang lebih substansial adalah bahwa ini kesempatan dirinya sebagai anggota Dewan untuk kembali dan berbagi dengan masyarakat selain di masa reses.

“Alhamdulillah tahun ini kami bisa melaksanakan kurban di 5 lokasi di Bekasi Utara, yang tersebar di kelurahan Perwira, Kaliabang, dan Margamulya. Ini juga merupakan realisasi khidmat PKS untuk terus berbagi dan melayani masyarakat. Oleh karenanya kami selalu melibatkan kader dan pengurus PKS di DPRa setempat,” imbuhnya.

Menurut Syaifudin, Aleg PKS yang dikenal sebagai ustadz dan pengusaha di dapil Bekasi Utara ini, paling tidak ada 4 pelajaran yang bisa didapat dari berkurban:

Pertama, BerQurban, adalah memberikan yang terbaik untuk mencapai kebaikan yang sempurna. Mengutip firman Allah dalam Qs. Ali Imran : 92;

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. ( QS. Ali Imran : 92 )

Di sini kita diajarkan untuk mengikhlaskan sebagian harta yang kita miliki dan atau barang yang mungkin sangat kita cintai untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan.

Kedua, Berkurban, adalah rela meninggalkan keluarga dan kesenangan duniawi demi meraih cinta Allah dan Rasulnya.

Ketiga, berkurban adalah dengan jiwa dan harta demi menggapai surga dan selalu meyakini atas janji Alloh swt, sebagaimana dalam Qs. At taubah :111.

Keempat berkurban adalah bagian dari bersedekah dengan kelebihan harta yang dimiliki seseorang, dan berkurban adalah bagian dari bukti kepatuhan dan kesetiaan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah swt, sang pemberi dan pengatur rezeki. Allah swt akan memelihara dan menambahkan harta hamba-hamba-Nya yang rajin bersedekah dan berkurban.

Saat ini kita sedang menghadapi musibah pandemi covid 19 yang berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, daya beli menurun dan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan kondisi kesejahteraan masyarakat yang melambat.

“Nah selain kita terus berdoa kepada Allah swt agar pandemi covid19 ini segera berakhir, dalam kondisi seperti ini, saat yang sangat tepat kita tingkatkan kepedulian kepada mereka yang terdampak covid 19 dengan berbagi sedekah, bukan hanya bulan Dzulhijah dan momen berkurban saja, tetapi terus dilanjutkan sebagai budaya untuk saling berbagi dan saling peduli.” Ajaknya. (*)

%d blogger menyukai ini: