fbpx

Komisi V DPRD Provinsi Jabar Soroti Dugaan Kasus ‘Jual Beli’ Kursi SMAN 1 Bekasi

ustadz abdul somad dukung pks

BEKASIMEDIA.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online kota Bekasi kembali mencuatkan dugaan kasus jual beli kursi. Kali ini pengakuan tersebut datang dari salah satu orangtua calon siswa yang telah mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Kota Bekasi melalui jalur zonasi.

Seperti yang dilansir TribunNews, ada pengalaman kurang menyenangkan yang dialami seorang ibu bernama Damayanti (52), warga Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur yang gagal memasukkan anaknya ke SMAN 1 Kota Bekasi pada PPDB jalur zonasi. Pertimbangan skor jarak ini rupanya tetap tidak memberi peluang anaknya lolos.

Saat Damayanti memutuskan mendatangi sekolah untuk memastikan peluang anaknya bisa masuk, sayangnya panitia PPDB pada hari Sabtu (4/7/2020) libur.

“Petugas TU (tata usaha) bilang kalau saya sebaiknya balik lagi hari senin, yaudah saya keluar, pas saya keluar satpam nyamperin saya, itu benar-benar tidak saya terpikirkan,” ujarnya seperti dikutip TribunNews.

Damayanti lantas ditanya oleh satpam terkait kendala PPDB yang tengah ia hadapi.

Dengan polosnya dia bercerita kalau skor jarak anaknya saat ini 1,2 kilometer.

“Saya jadi cerita ke dia (satpam) bahwa ada banyak anak-anak yang saya tahu (rumahnya jauh dari sekolah tapi skornya dekat),” tuturnya.

“Sebenarnya bukan kapasitas dia buat jawab tapi saya cerita aja, apa coba jawaban dia, ‘ibu mau diubah?’ ‘Saya udah dapat tiga lho bu’ saya kaget terus saya tanya emang berapa pak? ‘Rp15 juta bu’,” katanya masih dikutip dari TribunNews.

Merasa terkejut dengan pengakuan tersebut, Damayanti menyayangkan di sekolah dengan citra sebagus itu masih ada oknum jual beli kursi. Dirinya mengaku hanya minta keadilan dalam hal ini jika memang sistemnya sudah benar.

“Saya sih bukan buat anak saya sekarang, saya mau kasus ini selesai karena dari tahun ke tahun masalah ini tidak pernah selesai masalahnya dan paling tidak ini adalah terakhir untuk semangat memperbaiki dan gebrakan. Ini merupakan curahan hati banyak orang bertahun- tahun, mungkin hanya saya yang berani mewakili,” kata Damayanti saat dihubungi Bekasimedia.com Jumat (10/7/2020).

Anggota komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Heri Koswara menyatakan sudah mendengar kabar dugaan kasus tersebut dan akan segera mendalami kasus yang terjadi saat pelaksaan PPDB Online di wilayah kota Bekasi.

“Jika benar ada dugaan jual beli kursi oleh oknum sekolah di SMAN 1 Kota Bekasi maka kita akan minta penjelasan lebih lanjut dari Dinas terkait,” ujarnya. (denis)

%d blogger menyukai ini: