BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 22 Jun 2020 09:55 WIB ·

Ormas Muslimah dan Lembaga Perempuan Tolak Perampasan Tepi Barat


 Ormas Muslimah dan Lembaga Perempuan Tolak Perampasan Tepi Barat Perbesar

Pada Ahad, 21 Juni 2020 telah dilangsungkan Seminar bertajuk “Tolak Perampasan Tepi Barat” yang digagas oleh Asia Pacific Women’s Coalition for Al Quds and Palestina (ApWCQP) bekerjasama dengan Adara Relief International melalui zoom meeting dan dihadiri oleh 400 peserta, termasuk pimpinan dari 10 (sepuluh) ormas muslimah dan 2 (dua) lembaga perempuan Indonesia.

Dr. Fauziah Mohd Hasan, Sekretaris Jenderal Global Woman Coalition for al Quds and Palestine (GWCQP) mengapresiasi acara seminar ini, sebagai bentuk kepedulian perempuan terhadap perjuangan bumi Palestina. Koalisi ini bertujuan untuk menunjukkan solidaritas perempuan seluruh dunia untuk perjuangan anak dan perempuan di Palestina.

Narasumber pertama pada seminar ini, Muhammad Syarif, Lc., MA (Ketua Bidang Sosialisasi dan Edukasi Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) menyatakan tujuan dari perampasan Tepi Barat ini adalah untuk menguasai Masjid Suci Al Aqsa, menghapus agenda Palestina berdaulat sesuai Tapal 1967, mengusir bangsa Palestina dari Tepi Barat dan melenyapkan otoritas Palestina, untuk merealisasikan Deal of Century dan sebagai perwujudan dari janji kampanye Banyamin Netanyahu yang akan mencaplok Tepi Barat dan Lembah Yordania.
Aktivis Palestina ini menegaskan bahwa Tepi Barat sesungguhnya merupakan benteng Al Quds. Membiarkan perampasan Tepi Barat sama saja dengan menyerahkan masjid Al Aqsa ke dalam penguasaan zionis.

DR. Sajidah, narasumber kedua yang juga merupakan Wakil Ketua GWCQP menjelaskan maksud dari gerakan/kampanye “Tepi Barat Milik Kita” yang sedang dicanangkan selama bulan Juni 2020. Yang terjadi di Palestina saat ini bukan hanya perampasan wilayah, tetapi juga terusirnya penduduk dari negerinya sendiri. “Perampasan wilayah Tepi Barat melalui pemukiman ilegal zionis tidak hanya merampas hak tinggal penduduk Palestina, menggusur dan menelantarkan anak-anak, wanita, dan manula, merusak pusat perdagangan, lahan pertanian, fasilitas social dan pendidikan, bahkan juga merusak tempat-tempat suci dan situs-situs sejarah Palestina”, tegas wanita kelahiran Gaza 53 tahun yll ini. Ia menjelaskan, gerakan ini ingin menyampaikan pesan bahwa Palestina tidak sendiri. Ini adalah nilai kesetiaan kita sebagai bangsa yang berdaulat kepada bangsa lain yang masih terjajah.
Kedua nara sumber ini mengimbau peserta terus memberikan dukungan sosial berupa materi dan publikasi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Acara ditutup dengan pidato dan pembacaan Pernyataan Sikap ApWCQP oleh presiden ApWCQP dan sekaligus Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani, S. Ag. M.E.. Di awal pidatonya Nurjanah mengimbau agar semua pihak terus melakukan dukungan dan pembelaan terhadap anak dan perempuan Palestina, pihak yang paling rentan menjadi korban penjajahan Israel.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru