fbpx

Doktor Teknologi Pendidikan Usulkan Pemerintah Siapkan Skema Khusus Pembelajaran saat Covid-19

BEKASIMEDIA.COM – Doktor Teknologi Pendidikan Jakarta, Dr. Dirgantara Wicaksono menyatakan konsep pengembangan pembelajaran daring masih perlu dilanjutkan. Pemerintah khsusnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI harus memikirkan matang-matang serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait pembukaan sekolah.

“Menurut pendapat saya, New Normal dalam menjalani proses pembelajaran butuh Skema khusus Covid19, dengan dikembangkanya Desain Pembelajaran (instructional design) spesifik dalam pembelajaran new normal. Jangan sampai pemaksaan tahun ajaran baru bulan Juli besok malah membuat sekolah menjadi episentrum baru penularan Covid19,” ujar Dirgantara, Sabtu (30/5/2020).

Intinya, kata Dirgantara, pemerintah harus menyiapkan pengembangan Model Pembelajaran khusus Covid19 berikut dengan alat evaluasinya.

“Karena hemat saya proses pembelajaran daring yang telah berjalan hanya memindahkan pertemuan tatap muka dalam kelas ke dalam daring sehingga peserta didik jenuh bosan dan orangtua mengeluh karena banyaknya tugas mandiri yang diberikan,” lanjutnya.

Oleh karena itu dirinya menyarankan agar sekolah bisa memaksimalkan asynchronous learning, bisa memakai Edmodo, Google Classroom, Padlet, atau LMS Moodle.

“Guru bisa kembangkan dengan blackboard, brightspace, Plus learning tool lain yang relevan menyenangkan agar siswa tidak jenuh seperti kahoot, quizizz, slido, trello, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Menurut Kepala Sekolah Termuda di DKI Jakarta ini, penggunaan Tool Webinars gratis misalnya Hangout, Zoom Claude Meeting, Skype untuk virtual synchronois leaening yang telah dilaksanakan oleh guru 2 bulan ini tanpa disertai desain pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa semakin terbebani dan jenuh.

“Intinya pemerintah jangan terlalu terburu-buru membuka sekolah. New Normal dalam bidang pendidikan perlu proses kajian yang mendalam agar peserta didik aman dari pandemi yang melanda,” pungkasnya. (denis)

%d blogger menyukai ini: