BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 26 Mei 2020 22:26 WIB ·

DPRD: Kota Bekasi Belum Bisa Terapkan New Normal


 DPRD: Kota Bekasi Belum Bisa Terapkan New Normal Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Ushtuchri menyatakan Pemkot Bekasi harus hati-hati dengan keputusan menerapkan “New Normal”. Ia menilai, Kota Bekasi masih perlu menerapkan PSBB.

“Pemkot perlu mengukur variabel penting yang tentu saja merupakan gambaran kurva seperti yang digambarkan para ilmuwan bahwa apakah betul pandemi ini sudah betul-betul dikendalikan seperti di negara lain? Apakah Pandemi ini sudah sampai puncaknya? Kita contoh Spanyol dan Italia saja masih sangat hati-hati menerapkan New Normal. Inggris saja belum bisa tentukan liga premier. Sementara Jerman sudah perbaikan. Kita tahu Jerman dengan rated kematian terendah, sudah terbukti mampu mengendalikan dan support system kesehatan di sana baik,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (26/5/2020).

Ushtuchri menyatakan setiap kebijakan selama masa pandemi ini harus dievaluasi secara mendalam. Termasuk kebijakan New Normal.

“Soalnya Bekasi ini bukan daerah terisolir. 60 persen warganya adalah pekerja ke DKI Jakarta. Rasanya tidak mungkin ambil keputusan tanpa melihat keadaan di sekitarnya, Jabar, Bodebek, termasuk Tangerang,” imbuhnya.

Ushtuchri menegaskan, perlu dipahami terlebih dahulu parameternya sehingga penerapan “New Normal” pantas untuk diterapkan di situasi sekarang ini.

“New Normal sendiri kan protokolnya belum secara khusus disepakati. Saya kira
momen lebaran ini, fenomena mudik dan salat Id ini kita evaluasi jangan sampai terjadi kluster baru. seperti yang di Perumnas 1 itu perlu ditelusuri. Itu dulu yang di-clearkan ke masyarakat. baru kita bicara langkah-langkah selanjutnya,” kata anggota DPRD Kota Bekasi.

Ia berharap pemerintah daerah tidak gegabah mengambil keputusan sehingga penerapan PSBB selama ini tidak sia-sia.
“Saya harap gugus tugas covid19 bisa lebih bijak dan matang menentukan. Memang ada pertukaran aspek kesehatan dan aspek ekonomi. Tapi sejauh mana permasalahan kesehatan ini bisa kita atasi. Sekali lagi saya belum yakin kita bisa terapkan new normal. Kita bisa terapkan pelonggaran.
karena fakta di lapangan, pelanggaran masih ada. Saya sepakat kalau putusan wali kota memperpanjang PSBB hingga 6 Juni, tapi kita lihat dua pekan ke depan seperti apa apa sudah bisa dikendalikan. kalau untuk hari ini kita belum bisa menentukan karena simpang siurnya data dan banyak yang harus dikonfirmasi,” pungkasnya. (denis)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru