fbpx

PKB Ngabuburit Berbagi kepada Guru Honorer

BEKASIMEDIA.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi berbagi kebutuhan bahan pokok kepada para guru honorer. Pemberian bantuan ini dilakukan di Pondok Pesantren An-Nur, Bekasi Utara, Selasa (28/4/2020) dalam rangkaian acara PKB Ngabuburit.

Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri menyatakan, guru, sebagaimana sebutannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa menjadi bagian masyarakat yang perlu perhatian, terutama di masa Pandemi ini. Hal itu karena banyak dari mereka yang biasanya mengandalkan pendapatan mengajar perjam/harian yang tidak seberapa ditambah tidak adanya pemasukan cadangan lainnya (Income Security).

“keberadaan mereka banyak sementara rekrutmen PNS sedikit sehingga di banyak sekolah negeri guru honorer
tidak punya income security
karena statusnya honorer/kontrak,” jelas Ushtuchri.

Dengan demikian, PKB menyasar para guru honorer karena justru mereka lah yang bisa diandalkan pada saat ini untuk mengatasi salah satu problematika pendidikan yakni pembelajaran jarak jauh di masa covid19.

“Peran guru mengejar bonus demografi, justru keberadaan mereka kurang terperhatikan apalagi karena corona, pendapatan mereka menurun. Ada
honorer swasta yang sangat bergantung pada pendapatan sekolah swasta yang saat ini juga memiliki
keadaan yang sulit misalnya karena SPP banyak yang menunggak,” jelasnya.

Ushtuchri menjelaskan, PKB berbagi kali ini tidak diniatkan untuk menyelesaikan persoalan, justru ingin menginspirasi dan mengajak masyarakat lainnya agar kembali mengingat jasa guru dan mau ikut memperhatikan kebutuhan mereka di masa Pandemi.

“Mereka tetap harus bekerja, meskipun anaknya juga di rumah butuh pengajaran. Mereka harus memastikan anak-anak muridnya menerima pelajaran sesuai kurikulum. dan saat ini mereka terbentur di antara pendidikan anak dan nafkah keluarga,” ucapnya.

Ia juga kembali memgajak masyarakat untuk lebih peduli sesama di masa pandemi covid19.

“Walaupun grafik corona masih menanjak, namun PSBB lumayan bisa mengurangi penyebaran hingga 38 persen.
Oleh karena itu PSBB diperpanjang. Namun demikian perkembangan ini diimbangi juga dengan dampak ekonomi.
Banyak lapisan masyarakat yang kena imbasnya. Oleh karena itu PKB ngabuburit kembali menyasar lapisan masyarakat yang mungkin luput dari perhatian, salah satunya yaitu guru honorer,” pungkasnya. (denis)