BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 28 Apr 2020 04:02 WIB ·

Ushtuchri: Biaya Hidup Ideal Satu Keluarga di Kota Bekasi Minimal 2 juta di Masa Pandemi


 Ushtuchri: Biaya Hidup Ideal Satu Keluarga di Kota Bekasi Minimal 2 juta di Masa Pandemi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Politisi PKB kota Bekasi, H. Ahmad Ushtuchri angkat bicara terkait refoccusing dan realokasi anggaran bantuan sosial bagi warga kota Bekasi yang terdampak pandemi global Covid-19 agar nilainya menjadi lebih ideal.

“Saya mendorong Pemkot Bekasi khususnya untuk kembali me-refoccusing dan merealokasi anggaran supaya nilainya ideal. Untuk biaya hidup satu keluarga di kota Bekasi, saya kira yang ideal itu adalah upah minimum kota minimal di masa pandemi ini 50-60% atau sekitar 2 juta rupiah untuk bantuan kelurga keluarga terdampak Covid-19,” ujarnya kepada bekasimedia, Senin, (27/4/2020).

Bantuan tingkat pusat, provinsi maupun daerah dinilainya harus terus diperbaiki, baik validitas data, cara pendistribusian, kuantitas bantuan, daya jangkau bantuan dan nilai tiap-tiap bantuan dari paket yang diberikan.

“Kita melihat dari pusat ada 600 ribu, dari provinsi Jawa Barat ada 500ribu dan kota Bekasi paling kecil 150ribu rupiah. Saya kira ini perlu dipikirkan nilainya, karena rasanya tidak mungkin apalagi ini di bulan suci Ramadan dengan nilai yang sekecil itu orang kemudian punya pengganti yang setara untuk tidak keluar rumah, hanya mengandalkan bantuan pemerintah,” ujarnya.

Ia menyarankan pemkot mendahulukan penanggulangan jangka pendek, safety net dan juga upaya upaya kesehatan. Oleh karena itu anggaran pengeluaran yang tidak perlu dihilangkan terlebih dahulu dan Pemkot bisa fokus sampai akhir tahun untuk upaya preventif dan kuratif kesehatan dan menanggulangi dampak ekonomi.

“Sehingga ketika pandemi ini sudah selesai kita bisa memastikan ekonomi kita bisa bangkit karena masyarakat kita tetap terjaga kesehatanya dan wabah bisa kita cegah penularannya serta yang paling penting generasi-generasi muda bonus demografi tetap mendapatkan gizi yang baik dan asupan pendidikan yang baik dengan berbagai metode pendidikan baik metode PJJ dan lainnya,” tukasnya.

Hal ini, kata Ushtuchri sangat penting mengingat semua negara di dunia mengalami hal yang sama, “pertanyaannya adalah what next after pandemic?. Negara yang paling prepare merawat rakyatnya merekalah yang bertahan.” pungkasnya. (ADV)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru