BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 28 Apr 2020 03:49 WIB ·

DPRD: Indonesia Bisa Terjebak Booming Pandemi Covid-19 Jika Tidak ada Penegakkan Aturan PSBB


 DPRD: Indonesia Bisa Terjebak Booming Pandemi Covid-19 Jika Tidak ada Penegakkan Aturan PSBB Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Anggota Komisi I DPRD kota Bekasi, H. Ahmad Ushtuchri menyatakan Indonesia bisa terjerembab ke dalam kasus pandemi wabah Covid-19 terparah apabila Pemerintah tidak tegas dalam penegakkan aturan PSBB.

“Saya kira perlu ketegasan dan low enforcement, sebab kalau ini masih terus terjadi maka kita khawatir upaya untuk memutus rantai penularan Coronavirus bisa terhambat atau indonesia bisa terjerembab ke dalam booming pandemi wabah Covid-19,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Senin, (27/4/2020)

Adanya banyak pelanggaran di dalam PSBB menunjukkan bahwa upaya sosialisasi masih belum optimal. Kedua, kesadaran masyarakat untuk mendahulukan upaya pencegahan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini masih belum optimal sehingga diperlukan upaya lebih untuk memastikan apa aturan wali kota atau pemimpin daerah lainnya ditaati.

“Perlu diupayakan bahwa banyak orang keluar rumah karena adanya kegiatan pekerjaan. Perlu dipastikan perusahaan perusahaan di kota Bekasi dan sekitarnya harus taat work from home,” kata politisi PKB ini.

Selanjutnya, perlu ada variasi di dalam penegakkan aturan baik bentuk hukuman sebagai upaya inovasi memastikan bahwa para pelanggar mendapatkan efek jera.

“Kalau kemarin ada hukuman push up mungkin hari ini harus ada inovasi inovasi yang bersifat sosial maupun represif sehingga masyarakat mentaati,” tukasnya.

Menurutnya memang ada beberapa hal yang sensitif seperti pengaturan ibadah yang mengumpulkan banyak orang, “saya kira ini perlu penanganan khusus, tidak boleh juga kita mengabaikan psikologi dan sosiologi masyarakat. Disisi lain PSBB juga bergantung kepada antisipasi di bidang ekonomi,” pungkasnya. (ADV)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Puluhan Organisasi Wartawan Solid, HPN Bekasi Raya 2026 Siap Digelar di GCC

18 April 2026 - 18:37 WIB

Protes Status Tersangka Tukang Ojek Akibat Jalan Berlubang, F-Speed Pandeglang Tuntut Keadilan

24 Februari 2026 - 16:21 WIB

Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional

4 Februari 2026 - 07:29 WIB

947 Peserta Ikuti Seleksi PPPK Tahap II Kota Bekasi di BKN Jakarta

6 Mei 2025 - 08:42 WIB

Pemkot Bekasi Bekukan Sementara Worldcoin dan World ID Buntut Pemindaian Retina

5 Mei 2025 - 10:12 WIB

Wali Kota Bekasi Tegaskan Aparatur bukan hanya Administrator tapi juga Eksekutor

21 April 2025 - 12:06 WIB

Trending di Berita Terbaru