fbpx

Jadi Pengurus Parpol, Abi Ihkamudin Bawa Misi Lingkungan Hidup

BEKASIMEDIA.COM – Abi Ihkamudin, biasa dipanggil Ihkam. Anak muda dari Gang Bugis Kampung Dua Jakasampurna Bekasi Barat. Di usianya yang menginjak 23 tahun, ia memutuskan langkah berani. Menerima pinangan untuk jadi pengurus partai politik.

 

Ada satu alasan kuat yang membuatnya berani mengarungi belantara politik lokal Kota Bekasi. Ia ingin politik tak melulu membahas tentang kekuasaan, tetapi ada juga hal lain yang harus dibereskan dan itu memerlukan sumbangsih anak muda.

 

“Masalah lingkungan. Climate Change atau perubahan iklim itu di depan mata. Hal seperti ini mungkin kurang terpikirkan para senior di partai politik,” ungkap Ihkam pasca mengikuti Rapat Kerja Cabang DPC Partai Keadilan Sejahtera Kecamatan Bekasi Barat, Ahad (22/1/2020) di RM Mbah Beres Jakasampurna.

 

Ihkam ingin membawa semangat penyelamatan lingkungan kedalam partai politik. Inilah salah satu yang disampaikannya kepada Ketua DPC PKS Kecamatan Bekasi Barat, Fendaby Surya Putra, yang menawarkannya posisi ketua bidang kepemudaan.

“Misalnya kan di PKS sudah sering bikin kegiatan flash mob yang bikin heboh. Nah bagaimana kalau flashmob lagi dan angkat isu-tentang lingkungan?” sarannya.

Selain itu, hal lainnya yang mendorong Ihkam berani maju adalah kegeramannya terhadapa kondisi pemerintahan di tingkat nasional yang menurutnya banyak menyimpang dan tidak kondusif. “saya merasa bahwa  kalau tidak ada yang melakukan perubahan tentu nya bakal sama seperti biasanya saja. Jadi harus ada yg melakukan perubahan.  Salah satu platform untuk melakukan perubahan kan adanya di Partai Politik. Nah, di partai politik ini khususnya di PKS, kata Ihkam, pasti akan mendapatkan teman dengan visi misi yang sama.”

Saat ditanya apakah karena latar belakang keluarga yang sudah berkecimpung lebih dulu di PKS membuat Ihkam tertarik masuk? Sebagai informasi, Abi Ihkamudin adalah putra dari Mohamad Hamzah yang pernah menjadi Ketua DPRa PKS Jakasampurna dan Rosdini Intan yang menjadi caleg PKS di Pemilu 2014 dan 2019. Saat ditanya tentang keterkaitan ini, Ihkam menjawab bahwa soal latar belakang keluarga tidak bisa dijadikan ukuran.

Menurutnya, ada juga anak muda yang memiliki latar belakang yang sama dengan orangtuanya tetapi tidak punya ketertarikan yang sama. “ini tidak bisa jadi patokan. Ada keluarga yang sama tetapi tidak memiliki interest, tidak ada rasa ketertarikan nya pada politik meski orangtuanya politisi. Tetapi kalau saya pribadi sudah merasa interest,” ungkap Alumnus STIE Tazkia Bogor ini.

Ia juga tidak menyangka ketika langsung diberikan amanah menjadi ketua bidang kepemudaan. “Sempat sedikit syok sih, soalnya belum pernah terlibat di kepengurusan struktural ranting (DPRa-red),”  jelas ihkam sambil tertawa kecil.

Akan tetapi, dengan modal pengalaman berorganisasi nya selama kuliah dan pernah menjadi pengurus KAMMI saat kuliah, ihkam merasa yakin dirinya bisa mengemban amanah di jalur politik ini.  “Saya mau mengutip pernyataan Erbakan (tokoh pergerakan Turki-red) yang mengatakan, apabila kita tidak mengerti politik maka politik yang akan mengatur kita.”

Di akhir percakapan, Ihkam menyampaikan ungkapan yang dipegangnya erat, “do our best, and let Allah do rest.”

%d blogger menyukai ini: