fbpx

Menjelajah Rasa Lewat Berdikari Coffee

BEKASIMEDIA.COM – Bagi Anda penikmat kopi, tak ada salahnya mencoba Berdikari Coffee dan rasakan sensasi ngopi yang berbeda.

Berdikari Coffee menghadirkan aneka varian single origin baik dari jenis robusta maupun arabika.

Tidak main-main, ada 11 varian single origin yang bisa dinikmati. Mulai dari Arabika Gunung Slamet, Arabica Gunung Sindoro, Robusta Gunung Slamet, Robusta Gunung Sindoro, Robusta Gunung Kelir, Robusta Gunung Sumbing, Robusta Gunung Prau, Robusta Gunung Muria, Robusta Gunung Ceremai, Robusta Dataran Tinggi Ungaran dan Robusta Dataran Tinggi Alas Roban.

Menurut Owner Berdikari Roastery selaku produsen Berdikari Coffee, Ivan Faizal mengatakan, biji kopi Berdikari Coffee didatangkan langsung dari kebun-kebun petani di Jawa.

Untuk menghasilkan cita rasa kopi berkwalitas, dipilihlah biji kopi terbaik yang dipanen saat buah benar-benar matang (petik merah).

Setelah itu, dikeringkan secara natural, untuk selanjutnya disortir dengan teliti untuk menghasilkan biji kopi pilihan.

“Sebagai komitmen kami menghadirkan kopi berkwalitas maka kami langsung datang ke kebun-kebun petani. Kami menjelajah Jawa, keluar masuk desa dan naik turun lereng gunung. Itulah ikhtiar kami untuk menghadirkan kopi terbaik yang bisa dinikmati para pecinta kopi,” kata dia.

Proses pemilahan biji kopi

Biji kopi pilihan lantas diroasting secara mandiri di rumah produksi dan penjualan yang beralamatkan di Jalan Guntur 7 Blok B2 Nomor 16, Perumahan Kejaksaan Bekasi, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat atau persis di belakang Stadion Patriot Candrabaga.

“Kopi-kopi dari kebun petani kami angkut ke rumah produksi dan penjualan di sana kemudian kami roasting dengan level roasting bervariasi menyesuaikan karakter biji kopi untuk menghasilkan cita rasa yang maksimal,” terang dia.

Biji Kopi setelah Roasting

Usai diroasting kopi digiling untuk selanjutnya dikemas dengan aneka kemasan dari flat bottom hingga jar (botol).

“Harga bervariasi tergantung jenis, kemasan dan berat,” jelasnya.

Biji Kopi setelah di Roasting dalam kemasan plastik

Berdikari Coffee muncul dari ide sederhana, Roaster Berdikari Roestery, Respati Wasesa yang waktu itu ingin teman-temannya mengkonsumsi kopi yang enak dan tentunya sehat. Dari ide sederhana itulah, Berdikari Coffee lahir.

“Saya itu suka ngopi. Dari situ saya mencoba mencari kopi-kopi yang berkualitas dan enak untuk dinikmati. Alhamdulillah saat Berdikari Coffee rilis, responsnya sangat bagus. Banyak teman-teman suka dari situlah Berdikari Coffee menyebar ke tangan banyak orang,” kata Respati.

Suguhan Berdikari Coffee

Ia lantas bercerita proses dirinya menumukan kopi terbaik yang terbilang unik. Dimulai dari pertemuan tidak sengaja antara dirinya dengan seorang petani dari kaki Gunung Sindoro di sebuah kereta tujuan Jawa.

“Di kereta saya kebetulan satu tempat duduk dengan petani kopi. Kami lalu berkenalan. Setelah itu saya datangi ke rumahnya di daerah Temanggung yang merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Jawa Tengah. Dari Temanggung saya kemudian menjelajah Jawa untuk mendapatkan biji kopi terbaik,” kenang Respati.

SEKILAS TENTANG BERDIKARI COFFEE

Berdikari Coffee adalah kopi yang diproduksi oleh Berdikari Roastery. Berdikari Coffee sudah mulai beredar di pasaran sejak menjelang akhir tahun 2017. Dari awal rilis sampai saat ini, Berdikari Coffee dipasarkan secara getok tular dari mulut ke mulut para penikmat maupun komunitas kopi.

MENAKLUKAN JAWA

Pulau Jawa merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Kopi ada di tanah Jawa sejak masa penjajahan. Belanda saat itu, membuka perkebunan-perkebunan kopi di Jawa yang hasilnya kemudian di jual di pasar internasional.

Menurut Ivan, Berdikari Roastery punya mimpi untuk menaklukan Jawa. Ia ingin, menjelajalah Jawa dan mengumpulkan kopi-kopi terbaik di pulau Jawa.

Bila saat ini, baru 11 varian single origin yang terkumpul. Ke depan bukan tidak mungkin koleksi single origin bakal bertambah jumlahnya. (*)

Be the first to comment on "Menjelajah Rasa Lewat Berdikari Coffee"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: