BEKASIMEDIA.COM – Satu tahun kepemimpinan Tri Adhianto dan Abdul Haris Bobihoe mendapat apresiasi dari DPRD Kota Bekasi. Meski begitu, catatan kritis tetap muncul, mulai dari banjir, penataan kota, hingga penurunan investasi.
Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Golkar, Dariyanto, menilai penataan lingkungan menunjukkan progres nyata.
“Satu tahun ini sudah terlihat perubahan, terutama dalam penataan wilayah. Beberapa kawasan mulai lebih tertib dan rapi,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia juga mengapresiasi program sosial yang menyentuh masyarakat langsung. Namun, pembangunan kota tidak boleh berhenti pada program yang terlihat di permukaan. Curah hujan tinggi baru-baru ini kembali menguji daya tahan infrastruktur Kota Bekasi. Beberapa titik terdampak banjir, mengingatkan bahwa persoalan klasik ini belum tuntas.
“Banjir harus ditangani bukan hanya maksimal, tapi sampai tuntas. Ini PR bersama,” tegas Daryanto.
Penanganan banjir, menurutnya, bukan sekadar normalisasi saluran, tetapi juga soal tata ruang, resapan air, dan pengendalian pembangunan. Kota yang tumbuh cepat tanpa keseimbangan ekologis akan ‘ditagih’ alam. Sorotan lain mencakup penataan pedestrian dan kabel ducting; kota modern membutuhkan trotoar nyaman dan kabel tak bergelantungan.
Di sisi ekonomi, realisasi investasi tercatat 79 persen lebih rendah dibanding periode pasca-COVID-19.
“Banyak program strategis nasional sudah selesai. Daya beli masyarakat melemah, berdampak pada sektor perdagangan dan jasa,” jelasnya.
Beberapa pusat perbelanjaan mengalami penurunan aktivitas bahkan tutup, meski Kota Bekasi diproyeksikan sebagai ikon kota jasa dan perdagangan di wilayah penyangga ibu kota. DPRD mendorong percepatan **Perda Kawasan Industri** sebagai roadmap pengembangan ekonomi jangka panjang agar arah investasi jelas dan selaras dengan kebijakan pusat.
Daryanto juga menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, termasuk soal data Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan antisipasi masalah teknis PPDB online agar tidak mengulang kekacauan setiap tahun.
Kesimpulannya, satu tahun pemerintahan Tri-Haris menunjukkan progres. Namun tantangan berat menanti: menjaga ritme pembangunan tanpa mengabaikan fondasi lingkungan dan kesejahteraan warga. Kota bukan hanya soal capaian administratif, tapi ruang hidup yang menuntut konsistensi.
(Adv/Humas DPRD Kota Bekasi)











