BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Advertorial · 25 Feb 2026 15:51 WIB ·

Bekasi Timur Pusat Kuliner, Tapi Pajak Belum Maksimal


 Yadi Hidayat Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Gerindra Perbesar

Yadi Hidayat Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Gerindra

BEKASIMEDIA.COM – Deretan restoran, kafe, dan tempat hiburan di Bekasi Timur nyaris tak pernah sepi. Lampu menyala hingga malam, meja-meja terisi, transaksi terus berlangsung. Namun di balik ramainya aktivitas ekonomi itu, serapan pajak daerah dinilai belum mencerminkan potensi yang ada.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Yadi Hidayat, menyoroti belum optimalnya pajak sektor restoran dan kafe sebagai salah satu penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau pajak terserap, ya mungkin belum maksimal. Makanya butuh sosialisasi yang maksimal juga supaya serapan pajak bisa kita dapatkan optimal,” ujarnya usai reses di RW 08, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Minggu (15/2/2026).

Bekasi Timur dikenal sebagai salah satu kantong kuliner dan hiburan. Secara logika ekonomi, potensi pajak dari sektor ini seharusnya signifikan. Namun, realisasi PAD dinilai belum sepenuhnya mencerminkan geliat tersebut.

Yadi menegaskan pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh dan sistematis. Ia mendorong evaluasi total, tidak hanya pada pajak restoran, tetapi juga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta sistem perpajakan daerah secara umum.

“Kita mau semua sistem dibenahi sekarang. Sistem perpajakan, pajak bumi dan bangunan, restoran—semuanya harus benar-benar terbuka dan maksimal untuk meningkatkan PAD yang ada sekarang ini,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai usaha ramai tetapi kas daerah justru sepi. Transparansi dan digitalisasi sistem, menurutnya, menjadi kunci. Di era teknologi, kebocoran tak lagi bisa ditoleransi dengan alasan administratif klasik.

Yadi mengakui persoalan serapan pajak bukan isu baru. Setiap tahun menjadi pembahasan normatif tanpa perbaikan signifikan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan ketat serta pembenahan mekanisme.

“Perlu ada pengawasan yang benar-benar berjalan. Kalau ada kelemahan sistem, ya sistemnya harus kita benahi,” ujarnya.

Baginya, pajak bukan soal suka atau tidak suka, melainkan kewajiban yang berdampak langsung pada pembangunan kota—mulai dari infrastruktur, layanan publik, hingga penanganan banjir.

Dalam reses yang sama, warga juga menyoroti persoalan banjir yang masih menjadi keluhan klasik. Yadi menyampaikan bahwa penanganan harus komprehensif, mulai dari perbaikan saluran air, pembangunan kolam retensi (polder), hingga normalisasi Kali Bekasi.

Ia menyebut pemerintah menargetkan Bekasi bebas banjir pada 2027 dan meminta masyarakat bersabar.

Di satu sisi, optimalisasi pajak harus digenjot agar PAD semakin kuat. Di sisi lain, persoalan banjir harus dituntaskan agar aktivitas ekonomi tidak terus terganggu.

Sebab pada akhirnya, kota yang sehat bukan hanya yang ramai tempat makannya, tetapi juga yang tertib pajaknya, kuat fiskalnya, dan kering jalannya.

Berikut naskah yang telah diedit agar lebih tajam, fokus pada isu optimalisasi pajak daerah, dengan alur yang lebih tegas dan kuat secara pesan kebijakan.

(Adv/Humas DPRD Kota Bekasi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Tak Sekadar Laporan, DPRD Bekasi Bongkar Fakta Lapangan LKPJ 2025

14 April 2026 - 07:50 WIB

DPR Ingatkan Risiko Coretax Hambat Wajib Pajak

9 April 2026 - 14:14 WIB

Bambang Purwanto Ingatkan Risiko Hukum dan Lingkungan Pembentukan Anak Usaha Migas

26 Februari 2026 - 10:36 WIB

DPRD: Modernisasi Angkot Harus Lindungi Pelaku Usaha dan Penumpang

26 Februari 2026 - 10:15 WIB

Aspirasi BPJS Mengemuka, DPRD Bekasi Siap Kawal Hingga RKPD 2027

26 Februari 2026 - 10:05 WIB

Gilang Esa Kawal Perbaikan Infrastruktur di Bekasi Barat

26 Februari 2026 - 09:57 WIB

Trending di Advertorial