BEKASIMEDIA.COM – Reses perdana Anggota DPRD Kota Bekasi, Yadi Hidayat, di RW 18 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Minggu (15/2) malam, berlangsung dinamis dan penuh substansi. Agenda ini tak sekadar seremonial penyerapan aspirasi, tetapi menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan warga.
Masyarakat datang dengan daftar kebutuhan konkret: perbaikan jalan rusak, pembenahan drainase, hingga dorongan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Di tengah suasana hangat, warga menyuarakan pesan yang tegas—pembangunan fisik memang penting, tetapi pembangunan manusia jauh lebih mendesak.
Salah satu isu utama yang mencuat adalah kondisi Jalan RH Umar. Warga menilai akses tersebut mengalami kerusakan, sementara sistem drainase yang belum optimal berpotensi menimbulkan genangan saat musim hujan. Jalan ini bukan sekadar penghubung antar-RT, melainkan urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas harian masyarakat.
Ketua RW 18, Nuramin, menyampaikan bahwa usulan perbaikan telah diajukan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, warga berharap ada pengawalan serius hingga tahap realisasi.
“Kami sudah mengusulkan lewat Musrenbang. Harapannya, Pak Yadi bisa mengawal sampai benar-benar masuk prioritas dan dikerjakan,” ujarnya.
Bagi warga, perencanaan tanpa pelaksanaan hanya akan menjadi arsip tahunan.
Menariknya, reses ini tak hanya dipenuhi aspirasi soal beton dan aspal. Salah satu Ketua RT menyoroti pentingnya program pelatihan tenaga kerja, khususnya bagi pemuda di lingkungan RW 18. Keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) dinilai belum dimaksimalkan.
“Lingkungan RW 18 ini istimewa, ada BLK. Harapannya bisa lebih dimaksimalkan untuk menunjang wirausaha anak muda. Bekasi ini kota transit sekaligus kota jasa dan wisata,” ungkapnya.
Pesan yang tersirat jelas: pembangunan fisik tanpa penguatan kapasitas manusia akan timpang. Jalan boleh mulus, tetapi jika pemuda tak memiliki keterampilan, kesejahteraan akan berjalan di tempat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yadi Hidayat menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti usulan warga. Ia menyebut reses sebagai momentum penting memastikan kebutuhan riil masyarakat terakomodasi dalam pembahasan anggaran.
“Aspirasi pembangunan Jalan RH Umar dan drainase akan kami catat dan dorong dalam pembahasan anggaran. Infrastruktur dasar memang harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara usulan Musrenbang di tingkat kelurahan dan pengawalan di DPRD agar dapat masuk dalam APBD secara efektif. Koordinasi dengan dinas teknis, lanjutnya, akan dilakukan untuk memastikan status perencanaan dan peluang realisasi, baik dalam tahun anggaran berjalan maupun berikutnya.
Sebagai advertorial, momentum ini menunjukkan peran aktif Yadi Hidayat dalam menyerap aspirasi sekaligus membuka ruang dialog yang substansial. Warga menginginkan percepatan pembangunan fisik, sekaligus investasi jangka panjang melalui penguatan SDM.
Pada akhirnya, kota yang maju bukan hanya soal jalan yang mulus, tetapi juga tentang warganya yang terampil, produktif, dan berdaya saing.
(Adv/DPRD Kota Bekasi)











