BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Advertorial · 25 Feb 2026 14:16 WIB ·

80 Persen Aspirasi Soal Banjir, Alit Dorong Sodetan dan Perbaikan Drainase


 Alit Jamaludin Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB Perbesar

Alit Jamaludin Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKB

BEKASIMEDIA.COM – Musim hujan kembali datang, dan satu kata kembali mendominasi forum reses: banjir. Dalam Reses I DPRD Kota Bekasi 2026, mayoritas aspirasi warga masih berkutat pada persoalan genangan dan infrastruktur yang belum tuntas. Anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alit Jamaludin, menyebut sekitar 80 persen aspirasi yang ia serap berkaitan langsung dengan banjir.

“Aspirasi masih sama seperti reses sebelumnya. Sekitar 80 persen soal banjir dan infrastruktur. Setiap hujan deras, genangan muncul lagi,” ujar Alit usai reses di Komplek Daperla, Kecamatan Bekasi Timur, Minggu (15/2).

Wakil Ketua Komisi III itu menjelaskan, banjir di wilayah tersebut bukan disebabkan kiriman air dari daerah lain, melainkan faktor kontur tanah yang rendah serta kapasitas drainase yang tidak memadai. Hujan singkat dengan intensitas tinggi sudah cukup membuat air meluap ke jalan dan permukiman.

Setelah pengecekan, diketahui saluran air tidak mampu menampung debit saat curah hujan tinggi. Artinya, persoalan bukan semata pada hujan, tetapi pada infrastruktur di bawahnya.

“Fokus ke depan harus pada pembenahan infrastruktur, terutama jalan lingkungan dan saluran air,” tegasnya.

Sebagai solusi, Alit mendorong perbaikan sistem drainase masuk dalam program pembangunan 2026. Salah satu yang diusulkan adalah pembuatan sodetan saluran menuju Kali Kapuk yang terhubung dengan area Perumahan Juanda. Sodetan tersebut diharapkan mempercepat aliran air keluar dari kawasan permukiman sehingga genangan tidak bertahan lama.

“Mudah-mudahan bisa masuk realisasi 2026. Sudah ada rencana sodetan saluran, itu yang kita dorong supaya genangan bisa berkurang,” jelasnya.

Selain banjir, warga juga menyampaikan aspirasi di bidang ekonomi. Pelaku usaha kecil meminta dukungan agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola bisnis yang semakin digital.

Menurut Alit, peningkatan kesejahteraan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial. Pemerintah perlu menghadirkan pelatihan usaha dan pemasaran digital agar pelaku UMKM mampu beradaptasi.

“Masyarakat ingin tahu bagaimana berjualan di era digital. Pemerintah tidak hanya hadir lewat bantuan, tetapi juga pelatihan dan peningkatan kapasitas,” ujarnya.

Reses kali ini kembali menegaskan bahwa banjir dan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah utama Kota Bekasi. Jika 80 persen aspirasi tak banyak berubah dari tahun ke tahun, tantangannya bukan lagi pada identifikasi masalah, melainkan pada konsistensi eksekusi solusi.

Alit berharap perbaikan infrastruktur berjalan seiring dengan penguatan ekonomi warga. Dengan begitu, dampaknya lebih terasa: genangan berkurang, usaha tetap berjalan, dan penghasilan masyarakat lebih stabil.

(Adv/DPRD Kota Bekasi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Tak Sekadar Laporan, DPRD Bekasi Bongkar Fakta Lapangan LKPJ 2025

14 April 2026 - 07:50 WIB

DPR Ingatkan Risiko Coretax Hambat Wajib Pajak

9 April 2026 - 14:14 WIB

Bambang Purwanto Ingatkan Risiko Hukum dan Lingkungan Pembentukan Anak Usaha Migas

26 Februari 2026 - 10:36 WIB

DPRD: Modernisasi Angkot Harus Lindungi Pelaku Usaha dan Penumpang

26 Februari 2026 - 10:15 WIB

Aspirasi BPJS Mengemuka, DPRD Bekasi Siap Kawal Hingga RKPD 2027

26 Februari 2026 - 10:05 WIB

Gilang Esa Kawal Perbaikan Infrastruktur di Bekasi Barat

26 Februari 2026 - 09:57 WIB

Trending di Advertorial