BEKASIMEDIA.COM – Dukungan dan peran serta Pemerintah sangatlah menentukan dalam pencapaian tujuan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tidak hanya peran pemerintah pusat, namun peran pemerintah daerah dan stakeholder juga sangat penting dalam menyukseskan pelaksanaan Program JKN, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Tim Jamkesnews mendapat kesempatan untuk berbincang dengan salah seorang peserta dari segmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Annisa (36), pada hari Rabu (15/11). Ia mengaku telah merasakan langsung manfaat dari hadirnya Program JKN pada saat ia mendapat perawatan di rumah sakit.
“Beberapa waktu lalu saya tiba-tiba mengalami pusing, mual, dan merasa sekelilingnya seperti melayang atau berputar. Kemudian saya kehilangan keseimbangan sampai sulit untuk berjalan atau sekedar untuk berdiri, sepertinya vertigo saya kambuh. Kondisi saya sangat lemas pada waktu itu, sehingga saya segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat oleh suami saya. Sesampainya di IGD, petugas rumah sakit langsung memberikan pertolongan pertama dengan memberikan suntikan dan infus. Beruntunglah hasil observasi saya bagus dan kondisi saya sudah mulai membaik, sehingga saya tidak perlu menjalani rawat inap di rumah sakit. Pelayanan yang saya dapatkan selama di IGD sangat baik, proses penanganannya juga sangat cepat,” ungkap Annisa.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh biaya pengobatannya selama menjalani perawatan di IGD telah ditanggung oleh Program JKN sehingga tidak ada biaya lagi yang perlu dibayarkan. Pengalaman di rawat di IGD pada saat itu membuat ia merasakan secara langsung manfaat dari Program JKN. Ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan, tidak merasa dibedakan dengan pasien umum lainnya.
“Alhamdulillah pada saat perawatan di IGD saya tidak perlu membayar biaya apapun, semua dijamin oleh Program JKN. Saya dan keluarga sangat terbantu dengan adanya Program JKN ini, apalagi pada saat musim yang tidak menentu seperti sekarang, orang rentan akan terkena penyakit. Jujur saja, pada saat itu saya sudah berpikir skeptis terhadap pasien pengguna JKN, kira-kira akan dibedakan dengan pasien yang lain atau tidak. Namun, pikiran saya salah di IGD tersebut tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien JKN dengan pasien umum lainnya, semua sama, semua dirawat dan di layani dengan baik, petugas IGD nya juga ramah,” ungkap Annisa.
Annisa mengimbau agar kita menjaga pola hidup sehat, termasuk pola makan, pola pikir serta melakukan skrining kesehatan berkala enam bulan sekali. Ia berharap agar Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini dapat lebih berkembang ke masyarakat luas, terutama masyarakat yang tidak mampu. Pelayanan yang sudah baik saat ini juga dapat dipertahankan sehingga menjadi ladang pahala tersendiri bagi BPJS Kesehatan.
“Mulai sekarang mari kita menerapkan pola hidup sehat dan pola pikir yang sehat juga, jangan terlalu banyak pikiran, karena bisa memicu munculnya berbagai macam penyakit. Dan jangan lupa juga untuk melakukan skrining kesehatan setiap satu tahun sekali, ini menurut saya sangat penting karena orang-orang yang seusia saya pasti rentan terkena penyakit. Saya merasa senang dan tenang telah menjadi peserta Program JKN. Semoga program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga kami tidak perlu merasa ragu apalagi takut untuk menggunakan kartu JKN karena saya sudah membuktikannya bahwa pelayanan Program JKN ini mudah, cepat, dan setara,” tutupnya. (BS/dw)











